Inaplas Sebut Industri Petrokimia Mulai Pulih pada Mei 2026, Masuki Keseimbangan Baru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Asosiasi Industri Olefin Aromatik dan Plastik Indonesia (Inaplas) menyebutkan industri plastik dan petrokimia nasional mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan pada Mei 2026 setelah mengalami tekanan berat sepanjang April akibat gejolak global dan gangguan pasokan bahan baku.
Ketua Umum Inaplas Suhat Miyarso mengatakan bahwa kondisi industri pada April sempat tertekan. Hal tersebut menurutnya tercermin dari penurunan Purchasing Managers Index (PMI) yang turun di bawah level ekspansi.
“Pada April memang cukup dalam tekanannya, PMI turun dan industri berada dalam posisi kontraksi. Namun memasuki Mei, kami mulai melihat tanda-tanda perbaikan,” ujar Suhat dalam diskusi Forwin di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Baca Juga
Bea Masuk LPG 0% Jadi Angin Segar Industri Plastik, Tekan Biaya Produksi di Tengah Krisis
Meski demikian, Suhat menekankan bahwa kondisi normal yang dimaksud tidak sepenuhnya kembali seperti sebelum krisis. Industri plastik dan petrokimia diperkirakan akan memasuki fase keseimbangan baru dengan pola produksi dan biaya yang berbeda.
“Dari industri-industri besar kita juga sudah menyampaikan statement bahwa mereka akan segera kembali normal dalam keseimbangan yang baru. Jadi normalnya mungkin tidak 100% seperti dulu, tapi akan sedikit berubah apakah itu plus atau minus," ungkapnya.
Namun, pelaku industri menyatakan telah melakukan penyesuaian cepat, termasuk mencari sumber pasokan alternatif serta melakukan diversifikasi bahan baku seperti LPG dan kondensat.
Dengan berbagai langkah tersebut, pelaku industri optimistis tren pemulihan akan terus berlanjut dalam beberapa bulan ke depan. Dalam dua hingga tiga bulan mendatang, kondisi diperkirakan akan semakin stabil seiring membaiknya rantai pasok global.
"Nah ini mencakup juga saya rasa tingkat operasional atau utilisasi pabrik dan juga nantinya ketersediaan bahan di pasar. Saya rasa demikian sebagai pembukaan. Intinya bahwa kita mulai melihat titik terang dan kita berharap bahwa dalam dua-tiga bulan nanti sudah terjadi keadaan yang lebih baik," terang Suhat.

