Soal Lelang Frekuensi 5G, Bos XLSmart Akui AI Sudah Jadi Kebutuhan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) sedang menggelar lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz. Langkah ini diyakini dapat mempercepat ekspansi jaringan seiring lonjakan kebutuhan kecerdasan buatan (AI).
Direktur and Chief Regulatory Officer XLSmart, Merza Fachys menilai, lelang frekuensi 5G menjadi krusial di masa sekarang. Hal ini mengingat AI telah menjadi kebutuhan dalam aktivitas sehari-hari.
Baca Juga
107 Kota Sudah 5G, Telkomsel (TSEL) Siap 'All Out' di Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz?
“Jadi sekarang AI rupanya menjadi bukan sekedar kebutuhan tapi juga menjadi satu selling point dari barang-barang yang diperdagangkan,” ujarnya dalam acara IndoTelko Forum 2026 di Jakarta, Selasa (29/4/2026).
Menurutnya, tren AI mendorong lonjakan kebutuhan data yang besar dan pemrosesan cepat berbasis cloud. Kondisi tersebut menuntut jaringan dengan kapasitas tinggi, latensi rendah, dan kecepatan tinggi yang hanya bisa dipenuhi oleh teknologi 5G.
Namun demikian, kesiapan infrastruktur dinilai belum memadai. Hingga triwulan III/2025, jumlah BTS 5G di Indonesia baru sekitar 5.000 unit, jauh tertinggal dibanding BTS 4G yang sudah melampaui 500.000 unit.
Selain itu, penetrasi fiber optik di rumah tangga juga masih terbatas. Angkanya diperkirakan masih di bawah 15%, sehingga belum mampu menopang kebutuhan konektivitas berbasis AI secara optimal.
“Artinya betul-betul 5G belum apa-apa, sementara aplikasi 5G sudah semakin banyak. Maka inilah saatnya kita memang harus catch-up,” tegas Merza.
Mantan bos Smartfren itu juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mempercepat transformasi digital. Ia mengusulkan pendekatan regulasi yang lebih fleksibel melalui skema sandboxing agar kebijakan dapat terus disesuaikan dengan dinamika industri.
“Tidak mungkin kita bisa menemukan regulasi yang ideal dulu baru diundangkan, tapi sebagai orang digital sekarang sudah biasa kita melakukan sistem sandboxing,” ujarnya.
Baca Juga
Kemenkomdigi Siapkan Lelang 3 Frekuensi 5G, 'Open Access' Siap Jadi Andalan
Ia menambahkan, pelaku industri digital di luar sektor telekomunikasi perlu dilibatkan lebih aktif. Hal ini penting mengingat mereka turut menjadi kontributor utama terhadap lonjakan trafik data yang membebani infrastruktur jaringan.
Diberitakan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) telah membuka lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz pada 23 April 2026. Saat ini proses lelang baru memasuki tahap pengambilan dokumen seleksi hingga 7 Mei 2026.

