Menteri UMKM: Penyaluran KUR Capai Rp96 Triliun, Fokus Sasar Kemiskinan Ekstrem
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri UMKM Maman Abdurrahman memaparkan capaian signifikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) usai menghadiri rapat koordinasi di M Bloc Space, Jakarta, Senin (4/5/2026). Berdasarkan data terbaru hingga 3 Mei 2026, total dana KUR yang telah dikucurkan mencapai angka Rp96 triliun.
Dana tersebut telah disalurkan kepada sekitar 1,5 juta debitur, dengan porsi penyaluran ke sektor produksi mendominasi sebesar 63%.
Maman menegaskan KUR bukan sekadar bantuan modal, melainkan instrumen strategis pemerintah dalam mengikis angka kemiskinan ekstrem di Indonesia. Dari total Rp96 triliun yang tersalurkan, sebanyak Rp70 triliun masuk ke sektor mikro yang menyentuh masyarakat kategori desil 1 hingga desil 4.
"Sektor mikro ini berkontribusi terhadap upaya kita menghilangkan kemiskinan ekstrem karena sebagian besar yang bekerja di situ rata-rata ibu-ibu atau keluarga kita yang masuk kategori miskin ekstrem," ujar Maman.
Baca Juga
BRI Imbau Masyarakat Waspada Modus Penipuan KUR, Ingatkan Masyarakat Jaga Data Pribadi
Meskipun penyaluran modal terus dipacu, Kementerian UMKM memberikan catatan kritis mengenai pentingnya stabilisasi pasar. Maman memperingatkan bahwa pembiayaan besar-besaran akan sia-sia jika produk UMKM kalah bersaing dengan derasnya barang impor.
"Kalau kita bantu UMKM dari sisi pembiayaan tapi barangnya tidak laku karena derasnya barang impor, dampaknya adalah kredit macet," tegasnya.
Oleh karena itu, pemerintah berkomitmen menjalankan skema pembiayaan yang beriringan dengan perlindungan pasar. Hal ini dilakukan agar pelaku UMKM tidak hanya mendapatkan modal, tetapi juga memiliki kepastian bahwa barang yang mereka produksi dapat terserap oleh pasar secara optimal.
Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar serta Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya.

