Lampaui Target RKAP, Hutama Karya Raup Laba Bersih Rp464 Miliar pada Triwulan I 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id -- PT Hutama Karya (Persero) mengawali tahun 2026 dengan capaian performa keuangan yang impresif. BUMN konstruksi ini berhasil membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp464 miliar pada Triwulan I (TW I) 2026.
Disampaikan Direktur Utama Hutama Karya, Koentjoro, angka tersebut melampaui target Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) sebesar 172,49% dari target awal yang ditetapkan senilai Rp269 miliar.
"Keberhasilan ini merupakan buah dari disiplin pengendalian biaya yang ketat serta penguatan pada segmen pengoperasian jalan tol di tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan," ujar Koentjoro dalam pernhyataan resminya dikutip Sabtu (2/5/2026).
Kinerja laba ditopang oleh dua kontributor utama perusahaan, yakni segmen pengoperasian jalan tol yang mencatatkan Earning After Tax (EAT) sebesar Rp333 miliar dan kontribusi anak usaha, PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), senilai Rp167 miliar.
Realisasi ini menunjukkan pertumbuhan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp448 miliar.
Baca Juga
Dalam forum evaluasi Rapat Koordinasi Bulanan pada 21 April 2026, manajemen menegaskan bahwa pencapaian ini jauh melampaui ekspektasi awal tahun.
Sejalan dengan pertumbuhan laba, fondasi bisnis Hutama Karya juga semakin menguat dengan total aset konsolidasi mencapai Rp189,84 triliun.
Ekuitas perusahaan tumbuh 2,31% secara tahunan (YoY) menjadi Rp141,64 triliun, sementara total utang berhasil ditekan hingga 15,34% YoY. Penurunan liabilitas yang konsisten ini dibarengi dengan raihan order book sebesar Rp36,37 triliun yang didominasi oleh proyek-proyek strategis pemerintah.
Meskipun pendapatan tercatat sebesar Rp4,67 triliun, perusahaan tetap mengedepankan selektivitas portofolio demi menjaga pertumbuhan yang terukur.
Di sektor infrastruktur fisik, Hutama Karya terus mengakselerasi pembangunan Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS). Hingga akhir Maret 2026, kumulatif panjang tol yang berhasil dibangun mencapai 1.108 kilometer (km), dengan penambahan 10,1 km pada awal tahun ini. Fokus konstruksi saat ini meliputi ruas-ruas vital seperti Betung–Jambi, Rengat–Pekanbaru, dan Palembang–Betung. Dukungan penuh pemerintah terus dioptimalkan perusahaan untuk meningkatkan kualitas layanan pada seluruh ruas tol yang telah beroperasi.
Koentjoro menilai capaian ini sebagai sinyal ketahanan bisnis perusahaan terhadap volatilitas ekonomi global, seperti fluktuasi nilai tukar dan harga komoditas. "Di tengah ketidakpastian global, kami justru membuktikan bahwa infrastruktur yang dikelola dengan disiplin finansial adalah investasi yang tahan banting," tegas Koentjoro.
Ke depan, perusahaan telah menetapkan empat pilar strategis, mulai dari penguatan pengendalian biaya, optimasi energi, pengambilan keputusan bisnis yang terukur, hingga peningkatan kompetensi SDM.

