Bagikan

Pertamina Drilling Raih Kontrak Rig untuk Proyek Gas Mako Natuna

Poin Penting

Pertamina Drilling memperoleh kontrak penyediaan rig pengeboran untuk Lapangan Gas Mako.
Lapangan Mako diproyeksikan memproduksi 120 juta standar kaki kubik gas per hari.
Proyek ini ditargetkan memperkuat pasokan gas dan lifting migas nasional.

JAKARTA, Investortrust.id - PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI), perusahaan jasa pengeboran yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, meraih kontrak penyediaan jack up rig pengeboran untuk mendukung pengembangan Lapangan Gas Mako di Wilayah Kerja Duyung, lepas pantai Natuna. Kontrak tersebut diperoleh melalui konsorsium PDSI-ADES untuk mendukung operasional kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) West Natuna Exploration Limited guna menopang peningkatan pasokan gas nasional sekaligus memperkuat ketahanan energi Indonesia.

Lapangan Mako berada di lepas pantai Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, pada kedalaman laut sekitar 80 meter. Kawasan ini selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu fokus pengembangan gas nasional karena memiliki potensi pasokan signifikan untuk memenuhi kebutuhan energi domestik.

Baca Juga

Kolaborasi Pertamina-Medco-PTPN Percepat Bioetanol, Target E20 2028 kian Dekat

Direktur Utama Pertamina Drilling Avep Disasmita mengatakan dukungan penyediaan rig tersebut merupakan wujud komitmen perusahaan dalam mendorong peningkatan produksi migas nasional. “Kami mendukung melalui penyediaan jack up rig andal dan berstandar keselamatan tinggi. Ini merupakan kontribusi nyata kami dalam mendukung peningkatan pasokan gas nasional,” ujar Avep dikutip Kamis (30/4/2026).

PT Pertamina Drilling Services Indonesia (PDSI). Istimewa

Menurut dia, pengembangan Lapangan Mako memiliki nilai strategis karena cadangan gas dari wilayah Natuna dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri. Proyek ini juga dipandang mampu memperkuat ketahanan energi nasional di tengah kebutuhan gas domestik yang terus meningkat.

Berdasarkan rencana pengembangan yang telah disusun operator, Lapangan Gas Mako diperkirakan mampu memproduksikan sekitar 120 juta standar kaki kubik gas per hari. Volume tersebut diharapkan dapat menambah pasokan untuk sektor industri dan kelistrikan nasional.

Baca Juga

Dari Desa hingga Kampus, Strategi Pertamina Jaga Bumi

Avep menilai keberhasilan proyek ini tidak hanya akan berdampak pada peningkatan produksi gas nasional, tetapi menciptakan efek berganda bagi perekonomian Indonesia melalui aktivitas industri penunjang.

“Kami berharap proyek ini berjalan lancar, tepat waktu, dan memberikan manfaat optimal bagi bangsa dan negara Indonesia. Ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk mendorong peningkatan produksi migas nasional,” kata dia.

The Convergence Indonesia, lantai 5. Kawasan Rasuna Epicentrum, Jl. HR Rasuna Said, Karet, Kuningan, Setiabudi, Jakarta Pusat, 12940.

FOLLOW US

logo white investortrust
Telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor1188/DP-Verifikasi/K/III/2024