Kartini Modern di Industri Migas, Perempuan Ambil Peran Strategis
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Perempuan Indonesia semakin menunjukkan peran strategis di industri hulu minyak dan gas bumi (migas), dari fasilitas lepas pantai (offsore) hingga lapangan darat (onshore), seiring semangat emansipasi yang terus berkembang dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Fenomena ini mencerminkan nilai perjuangan Raden Ajeng (RA) Kartini yang kini terwujud dalam kehadiran talenta perempuan di sektor energi, termasuk di lingkungan PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) yang mengelola operasi hulu migas di berbagai wilayah Indonesia.
Salah satu sosok yang menonjol adalah Junior Officer Health, Safety, Security, and Environment Offshore di Zona 6 Pertamina Hulu Energi Offshore Southeast Sumatra Cassanova Istiqomah Walhawanadana. Ia menjalankan tugas di lingkungan lepas pantai yang memiliki risiko tinggi dan kompleksitas operasional.
Baca Juga
Cassanova mengatakan pekerjaannya bukan sekadar profesi, melainkan ruang untuk berkembang di tengah tantangan. “Menjadi perempuan di industri hulu migas, terlebih di lingkungan offshore adalah pengalaman yang penuh makna. Di tengah tantangan, saya justru menemukan ruang untuk terus bertumbuh,” ujarnya dikutip Selasa (21/4/2026).
Dalam perannya, ia memastikan seluruh proses operasional berjalan aman dan andal. Meski kontribusinya tidak selalu terlihat, peran tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga kelancaran distribusi energi bagi masyarakat.
Di daratan, Royfa Fenandita Finadzir menjalankan tugas sebagai operator plant operations di Lapangan Minas, Riau, yang dikelola Pertamina Hulu Rokan. Ia terlibat langsung dalam aktivitas operasional yang dinamis dan menuntut ketelitian tinggi.
Royfa menyatakan tantangan adaptasi menjadi bagian dari proses pengembangan diri. “Sebagai perempuan yang masih baru, tentu ada tantangan dalam beradaptasi dengan ritme kerja dan lingkungan operasional. Namun di situlah saya merasa tertantang untuk terus berkembang,” ujarnya.
Ia juga mengaku bangga dapat berkontribusi dalam menjaga ketahanan energi nasional sekaligus membuktikan bahwa perempuan mampu mengambil peran penting di sektor ini.
Baca Juga
Maret, Pertamina Patra Niaga Mulai Produksi SAF di Kilang Cilacap
Pengalaman berbeda ditunjukkan oleh Runi Kusumaning Rusdi yang telah berkarier di industri migas sejak 2008. Saat ini, ia menjabat sebagai superintendent produksi di Lapangan South Processing Unit Pertamina Hulu Mahakam.
Perjalanan kariernya mencakup berbagai posisi, mulai dari engineer hingga penugasan internasional. Runi menilai kontribusi dalam menjaga pasokan energi merupakan kebanggaan bagi siapa pun, tanpa memandang gender.
“Saya merasa dihargai bukan karena saya perempuan, tetapi karena kemampuan dan kompetensi saya,” ujarnya.
Ia menambahkan kehadiran perempuan dalam tim mampu memperkuat kolaborasi, komunikasi, serta membuka ruang inovasi.
Kisah ketiga sosok ini mencerminkan perubahan dalam industri hulu migas yang semakin inklusif. Perempuan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai talenta yang berperan aktif di berbagai lini, mulai dari operasional lapangan hingga posisi kepemimpinan strategis.

