Harga Emas Antam (ANTM) turun Rp 44.000 ke Rp 2,84 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) atau Antam hari ini Senin (20/4/2026) dipantau laman Logam Mulia mencapai Rp 2,840 juta atau turun Rp 44.000 dari Sabtu (15/4/2026) Rp 2,884 juta per gram seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan perubahan ekspektasi suku bunga Amerika Serikat (AS).
Adapun rekor tertinggi sepanjang sejarah (all time high/ATH) sebelumnya di level Rp 3,168 juta per gram yang dicetak pada Kamis 29 Januari 2026. Sedangkan harga jual kembali (buyback) emas Antam sebesar Rp 2,640 juta atau turun dari sebelumnya Rp 2,674 juta.
Harga emas Antam bergerak di tengah harga emas dunia yang melemah ke kisaran US$ 4.775 per troy ons pada awal sesi Asia, Senin (20/4/2026). Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran terkait Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis bagi distribusi energi global.
Laporan Bloomberg menyebutkan Iran membantah akan berpartisipasi dalam pembicaraan damai baru dengan AS. Pernyataan tersebut muncul hanya beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa tim negosiatornya akan menuju Pakistan untuk melanjutkan putaran kedua dialog dengan Iran.
Baca Juga
Harga Emas Naik, Harapan Damai AS-Iran Redakan Inflasi
Situasi semakin memanas setelah militer Iran menyatakan penutupan Selat Hormuz untuk seluruh kapal komersial. Iran juga memperingatkan akan menargetkan kapal yang mendekati wilayah tersebut hingga AS mencabut blokade angkatan lautnya terhadap pelabuhan Iran.
Tekanan terhadap harga emas juga datang dari perubahan ekspektasi kebijakan moneter AS. Pelaku pasar sebelumnya memperkirakan pemangkasan suku bunga tahun ini, tetapi proyeksi tersebut bergeser menjadi suku bunga yang lebih tinggi dalam jangka waktu lebih lama. Kondisi ini dipicu inflasi yang masih bertahan serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik.
Dalam kondisi normal, emas dikenal sebagai aset safe haven atau instrumen lindung nilai saat ketidakpastian meningkat. Namun, emas tidak memberikan imbal hasil bunga, sehingga menjadi kurang menarik ketika suku bunga tinggi karena investor cenderung beralih ke aset berbunga.
Pelaku pasar kini menantikan rilis data penjualan ritel AS yang dijadwalkan pada Selasa (21/4/2026). Indikator ini mencerminkan tingkat konsumsi masyarakat, yang menjadi salah satu pendorong utama ekonomi AS.
Data tersebut diproyeksikan menunjukkan kenaikan sebesar 1,3% secara bulanan pada Maret, lebih tinggi dibandingkan 0,6% pada Februari. Jika realisasi data lebih rendah dari perkiraan, tekanan terhadap dolar AS dapat meningkat dan berpotensi memberikan dukungan bagi harga emas.
Baca Juga
Harga Emas Naik, Harapan Damai AS-Iran Redakan Inflasi
Sebaliknya, jika data menunjukkan penguatan konsumsi dan tekanan inflasi tetap tinggi, maka ekspektasi suku bunga tinggi akan semakin menguat dan berpotensi menekan harga emas lebih lanjut.
Datar harga emas Antam hari ini:
- Emas 0,5 gram: Rp 1,470 juta
- Emas 1 gram: Rp 2,840 juta
- Emas 2 gram: Rp 5,620 juta
- Emas 3 gram: Rp 8,405 juta
- Emas 5 gram: Rp 13,975 juta
- Emas 10 gram: Rp 27,895 juta
- Emas 25 gram: Rp 69,612 juta
- Emas 50 gram: Rp 139,145 juta
- Emas 100 gram: Rp 278,212 juta
- Emas 250 gram: Rp 695,320 juta
- Emas 500 gram: Rp 1,390,265 miliar
- Emas 1.000 gram: Rp 2,780,600 miliar.

