Ganjar Bakal Terapkan Satu Data Indonesia Melalui KTP Sakti
JAKARTA, investortrust.id - Capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo berjanji bakal menerapkan sistem satu data Indonesia bagi masyarakat melalui program kerja KTP Sakti jika terpilih sebagai presiden 2024-2029. Ganjar menyatakan, KTP Sakti akan membuat masyarakat dapat mengakses berbagai bantuan pemerintah dengan lebih mudah.
Hal itu disampaikan Ganjar silaturahmi dengan caleg dan partai politik pengusung di Perum Graha Puspa Karangpawitan, Karawang, Jawa Barat, Jumat (15/12/2023).
"Sehingga jaminan-jaminan selama ini ada dengan berbagai identitas satu-persatu, nanti bisa kita satukan dalam satu KTP dan kita sebut satu KTP Sakti," kata Ganjar dikutip dari Antara.
Baca Juga
Ganjar mengatakan KTP Sakti merupakan sebuah kartu yang dipegang masyarakat untuk mendapatkan akses program. Nantinya masyarakat yang berhak mendapatkan bantuan tercantum dalam satu data yang dikelola pemerintah.
"KTP Sakti ini merepresentasikan semuanya, tinggal pendataannya dibuat dengan baik, pengelolaannya dengan sistem yang baik dan KTP-nya tinggal dipakai dengan card reader saja," paparnya.
Ganjar menambahkan KTP Sakti ini mengacu pada KTP elektronik yang sudah diterapkan saat ini.
"Sebenarnya awal dari KTP elektronik dibuat. Maka tugas kita dan saya mengonsolidasikan agar rakyat jauh lebih mudah menggunakan identitas tunggalnya," tuturnya.
Baca Juga
Sebelumnya, Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD menjelaskan program KTP Sakti memiliki kemiripan dengan gagasan identitas kependudukan digital (IKD) yang saat ini menjadi fokus Presiden Joko Widodo (Jokowi).
"Sebenarnya kalau dilihat itu sama. Intinya bagaimana lebih sederhana, tidak menyusahkan rakyat, cepat, sat set, tas tes," kata Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Patria Ginting, di Jakarta, Kamis (14/12).
Kesamaan KTP Sakti dan IKD itu menunjukkan Ganjar-Mahfud memiliki pandangan yang sejalan dengan Presiden Jokowi.
"Jadi, malah kami sendiri yang sudah memiliki pandangan ini. Ada lagi yang meragukan bahwa memang yang mengerti, yang sejalan pemikirannya, yang bisa mempercepat apa yang sudah dirintis oleh Presiden Joko Widodo ada di Pak Ganjar dan Pak Mahfud serta tim yang mendukung," ujarnya.

