BTSE Indonesia Salurkan Bantuan Pascabencana ke Aceh Tamiang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - BTSE Indonesia, platform perdagangan aset kripto bekerja sama dengan BTSE Cares Foundation, perusahaan teknologi blockchain global turut berkontribusi terhadap pemulihan pasca bencana di Sumatra tepatnya di Aceh yakni Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang.
Di tengah proses pemulihan pascabencana, kebutuhan akan bantuan kemanusiaan menjadi semakin mendesak. Bencana yang terjadi tidak hanya berdampak pada keselamatan dan kondisi fisik masyarakat, tetapi juga mengganggu akses terhadap kebutuhan dasar serta aktivitas sehari-hari. Oleh karena itu, dukungan yang berkelanjutan sangat dibutuhkan untuk membantu masyarakat terdampak melewati masa sulit ini.
Bantuan berupa donasi pangan, logistik, layanan kesehatan, serta dukungan terhadap pemulihan infrastruktur menjadi elemen penting dalam upaya penanganan pascabencana. Ketersediaan kebutuhan esensial tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, menjaga kondisi kesehatan, serta mempercepat proses pemulihan agar para korban dapat kembali menjalani kehidupan secara aman dan layak. Donasi yang diberikan oleh BTSE Indonesia dan BTSE Cares Foundation telah disalurkan langsung kepada masyarakat yang terdampak berkoordinasi dengan Tim Relawan Independen; Founder & CEO Ngomongin Uang, Glenn Ardi serta Afri Rizki, Digital Creator beserta tim relawan lainnya.
Baca Juga
Menteri PU: Jalan dan Jembatan Nasional di Sumatra Pulih, 2.000 Akses Desa Masih Terputus
Co-Founder dan CEO BTSE Indonesia Michael Ciputra mengungkapkan langkah nyata yang dilakukan bersama dengan BTSE Cares Foundation adalah bentuk kepedulian terhadap korban yang terdampak di provinsi Sumatera khususnya Aceh Tamiang.
“Partisipasi dan kerja sama seluruh pihak menjadi kunci dalam mempercepat pemulihan pascabencana, melalui inisiatif ini, kami berharap bantuan yang kami berikan dapat bermanfaat banyak bagi masyarakat yang membutuhkan," ucap Michael dalam siaran pers, Sabtu (17/1/2026).
Baca Juga
Anggaran Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatra Berpotensi Naik hingga Rp 74 Triliun

