Mendagri Minta 15 Ribu Personel Tambahan dari Polri dan TNI untuk Bersihkan Lumpur Sumatra
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian meminta tambahan 15 ribu personel untuk membantu pembersihan lumpur pascabencana banjir bandang dan tanah longsor di Sumatra. Permintaan ini disampaikan Tito dalam Rapat Koordinasi Satgas DPR RI dan Pemerintah di Aceh, Sabtu (10/1/2026).
Tito meminta 5.000 personel tambahan Bawah Kendali Operasi (BKO) dari Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dan 10 ribu personel dari Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk membantu proses pembersihan lumpur di berbagai area terdampak bencana.
Menurut Mendagri, pembersihan lumpur perlu dipercepat untuk memulihkan aktivitas masyarakat. "Saya minta Pak Kapolri, saya sampaikan mohon dukungan Satgas DPR. Paling nggak 5.000 lah. Nanti daerahnya di mana kita lihat petanya. Saya sampaikan juga kepada Pak Maruli (Kepala Staf TNI AD), kira-kira bisa nggak 10 ribu personel. Karena kalau cuma 1.000 aja tenggelam," ujar Tito.
Baca Juga
Menkes Usul Skema Donasi Transparan untuk Pemulihan Layanan Kesehatan Pascabencana Sumatra
Tito menjelaskan, permintaan ini sudah disampaikan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Penambahan personel Polri dapat dilakukan saat ini, sebelum memasuki bulan Puasa dan Hari Raya Idul Fitri sekitar Februari-Maret 2026.
Tito mengungkapkan, penambahan 1.000 personel Polri belum cukup untuk membantu pembersihan lumpur dan penanganan pascabencana di berbagai area.
"Kemarin waktu itu, beliau (Kapolri) nambah 1.000 sebelum Nataru. Alasan Pak Kapolri, karena semua kekuatan sedang fokus di Nataru, Natal Tahun Baru. Nah, sekarang Nataru sudah selesai. Mumpung sebelum Lebaran, sebelum Ramadan. Jadi, harus digenjot di time window ini, di periode waktu ini," jelas Tito.
Baca Juga
Mendagri Ungkap 15 Daerah Terdampak Bencana Sumatra Masih Butuh Atensi Khusus
Tito menuturkan, sebanyak 15 kabupaten dan kota di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat masih membutuhkan atensi khusus pascabencana. Berdasarkan penilaian top-down, tujuh kabupaten di Aceh membutuhkan perhatian, yaitu Aceh Timur, Aceh Tengah, Aceh Utara, Gayo Luwes, Tamiang, Bener Meriah, dan Pidie Jaya.
Sementara itu, di Sumatra Utara terdapat lima wilayah, yaitu Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, Mandailing Natal, dan Kota Sibolga. Di Sumatra Barat ada tiga daerah yang masih perlu perhatian, yaitu Tanah Datar, Kota Padang, dan Kota Pariaman. Kabupaten Agam disebut sebagai wilayah dengan kondisi terberat.

