Jumlah Korban Jiwa Banjir & Longsor Sumatra Bertambah, Pengungsi Berkurang
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Jumlah korban banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat terpantau bertambah per 28 Desember 2025. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, secara total, jumlah korban meninggal jadi 1.140 jiwa dari sebelumnya 1.137 orang pada 26 Desember 2025. Sementara, jumlah pengungsi dari bencana sebulan lalu itu berkurang, dari sekitar 457 ribu orang menjadi 399,2 ribu orang.
Berdasarkan sumber data yang sama, Aceh Utara mencatatkan jumlah korban meninggal tertinggi yakni sebanyak 213 jiwa. Disusul Tapanuli Tengah dengan jumlah 192 jiwa.
Jumlah pengungsi terbanyak juga masih berasal dari Aceh Utara yaitu sebanyak 166,9 ribu orang, disusul daerah Gayo Lues sekitar 21,2 ribu pengungsi.
Sementara itu, 215 fasilitas kesehatan rusak akibat bencana, begitu pula dengan 3.188 fasilitas pendidikan. Kerusakan juga dialami 806 rumah ibadah di ketiga wilayah, ditambah sekitar 27 jembatan dan 99 jalan terputus.
BNPB juga mencatat, bencana ini telah merusakkan 166,74 ribu rumah, dengan 53.514 rumah rusak berat, 41.899 rusak sedang, dan 71.330 rusak ringan.
Baca Juga
BNPB Pastikan 96% Bantuan Logistik Telah Didistribusikan ke Tiga Wilayah Terdampak Bencana
Lebih rinci di masing-masing provinsi, Aceh mencatatkan 513 jiwa meninggal dan 31 jiwa hilang, dengan 377,9 ribu orang mengungsi. Total rumah rusak di Aceh mencapai 133.634 unit, terdiri atas 45.934 rusak berat, 36.821 rusak sedang, dan 50.879 rusak ringan.
Banjir dan longsor juga merusak 141 fasilitas kesehatan, 1.312 fasilitas pendidikan, dan 634 rumah ibadah di Aceh.
Di sisi lain, Sumatra Barat mengalami kehilangan 72 jiwa dan 262 korban meninggal, dengan 9,9 ribu pengungsi. Kabupaten/kota dengan jumlah korban meninggal terbanyak adalah Agam, yakni sebanyak 192 jiwa. Begitu pula dengan jumlah pengungsi yang sebanyak 4,3 ribu orang.
Bencana di Sumatra Barat merusak 7 fasilitas kesehatan, 659 fasilitas pendidikan, dan 150 rumah ibadah. Sedangkan total rumah rusak di daerah ini ada sekitar 7.742 unit, dengan 2.691 di antaranya rusak berat, 971 rusak sedang, dan 4.080 rusak ringan.
Daerah terdampak bencana lainnya, yakni Sumatra Utara mencatatkan 365 korban jiwa, dengan 60 orang meninggal dan 11,4 ribu mengungsi. Bencana ini menghancurkan 4.889 rumah dari total unit rusak sebanyak 26.367.
Sedangkan jumlah rumah rusak sedang dan ringan, masing-masing mencapai 4.107 dan 16.371.
Khusus fasilitas umum, bencana di Sumatra Utara mengakibatkan 67 fasilitas kesehatan rusak, yang juga dialami 1.217 fasilitas pendidikan, dan 22 rumah ibadah.
Pemerintah sedang mempercepat pemulihan pasca-bencana banjir dan tanah longsor di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Upaya pemulihan mencakup pembangunan hunian sementara, perbaikan konektivitas jalan, pemulihan layanan kesehatan, distribusi bantuan, pengelolaan sumber daya alam, dan persiapan sekolah untuk tahun ajaran baru.
Semua pihak diminta untuk bekerja sama dan tetap waspada menghadapi cuaca yang tidak menentu, serta mendukung masyarakat yang terdampak.

