MUI Dukung Seruan Taubat Nasuha dari Muhaimin
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyatakan dukungan penuh terhadap seruan Taubatan Nasuha (pertobatan sejati) yang disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM), Muhaimin Iskandar. MUI memandang seruan ini bukan sekadar panggilan moral, melainkan refleksi atas kondisi darurat bangsa yang menunjukkan adanya kaitan nyata antara musibah di bumi dengan perbuatan manusia.
Hal ini disampaikan oleh Sekretaris Dewan Pertimbangan MUI, Zainut Tauhid Sa'adi. Ia mengatakan besarnya korban jiwa dan kerugian infrastruktur yang terus berulang akibat bencana alam dahsyat di berbagai wilayah adalah indikasi nyata dan tragis dari kelalaian sistemik, kealpaan preventif, dan kegagalan pejabat publik dalam menjalankan amanah konstitusional.
"Bencana alam memang tak terhindarkan, namun skalanya yang masif dan besarnya jumlah korban yang kita derita adalah harga mahal dari kelalaian manajerial dan struktural. Kelalaian ini terutama terletak pada pengabaian mitigasi, penegakan hukum tata ruang, dan perlindungan kawasan resapan air," kata dia dikutip dari keterangan tertulis, Sabtu (6/12/2025).
Baca Juga
MUI secara spesifik menyoroti dan mendesak introspeksi total pada kementerian yang memiliki kewenangan penuh atas pengelolaan lingkungan, kehutanan, dan investasi, yaitu Kementerian Kehutanan, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, serta Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
Menurut Zainut sebuah kewajaran apabila kementerian/badan tersebut menjadi sorotan utama, lantaran kewenangannya dari penerbitan izin investasi yang berpotensi merusak lingkungan, hingga lemahnya pengawasan kawasan lindung.
"MUI mendesak pemerintah, khususnya kementerian-kementerian terkait, untuk segera melakukan pertobatan manajerial dan struktural," kata Zainut.
Zainut juga menyerukan agar rasa penyesalan kolektif ini segera diubah menjadi komitmen baru yang teguh dalam menjalankan amanah dengan integritas, profesionalitas, dan mengutamakan keselamatan rakyat, demi masa depan bangsa yang lebih tangguh dan berketahanan terhadap bencana.
"Sebaiknya para pejabat tidak saling lempar tanggung jawab. Mari kita jadikan musibah ini sebagai momentum emas untuk melakukan pertobatan manajerial dan struktural secara kolektif," ungkap dia.
Baca Juga
Dewan Masjid dan MUI Dorong Pemberdayaan Ekonomi untuk Pengentasan Kemiskinan
Sebelumnya, Muhaimin Iskandar mengakui telah mengirim surat kepada tiga menteri untuk meminta evaluasi kebijakan lingkungan. Bahkan, pria yang akrab disapa Cak imin itu juga mengajak tiga menteri itu yaitu Menteri ESDM, Menteri Kehutanan, hingga Menteri Lingkungan Hidup untuk melakukan taubatan nasuha.
Pernyataan itu disampaikannya ketika menghadiri agenda Lokakarya Kepala Sekolah untuk Program SMK Go Global sebagaimana disiarkan dalam akun YouTube Kemenko-PM RI, Senin (1/12/2025).
"Hari ini saya berkirim surat, Menteri Kehutanan, Menteri ESDM, Menteri Lingkungan Hidup, untuk sama-sama evaluasi total seluruh kebijakan, policy, dan langkah-langkah kita. Sebagai wujud komitmen dan kesungguhan kita sebagai pemerintah. Bahasa NU-nya taubatan nasuha," kata Cak Imin.

