Muhammadiyah Terjunkan Ratusan Relawan Layani Korban Banjir dan Longsor Sumatra
YOGYAKARTA, investortrust.id – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah menggerakkan dukungan berskala nasional untuk merespons banjir dan longsor di Sumatra Utara (Sumut), Sumatra Barat (Sumbar), dan Aceh. Sebagai langkah awal, MDMC telah mengirimkan tim asistensi tanggap darurat sekaligus mengoordinasikan pengerahan tim-tim profesional MDMC se-Sumatra dan MDMC se-Jawa.
Pola penempatan dukungan ditata berdasarkan wilayah terdampak. MDMC dari provinsi-provinsi Sumatra Selatan, Riau, Bengkulu, Lampung, Bangka Belitung, dan Jambi akan dikerahkan untuk membantu Sumbar. Sementara itu, dukungan untuk Sumut difokuskan melalui penguatan tim dari MDMC Jawa Tengah dan MDMC Jawa Timur yang akan bertugas di wilayah Tapanuli Selatan, Tapanuli Tengah, Sibolga, hingga Langkat.
Baca Juga
Rapat dengan Opsel, Meutya Hafid Pastikan Sinyal di Sumatra Pulih 90%
Untuk di Aceh, MDMC Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan MDMC Jawa Barat ditempatkan di wilayah Lhokseumawe dan Bireuen. Masing-masing MDMC wilayah pendukung tersebut ditugaskan mendirikan pos pelayanan dengan perincian tujuh lokasi pos pelayanan di Sumatera Barat, empat lokasi pos pelayanan di Sumut, dan tiga lokasi pos pelayanan di Aceh.
Wakil Sekretaris LRB PP Muhammadiyah Budi Santoso mengatakan data tersebut akan terus berkembang sesuai kebutuhan dan kecukupan sumberdaya. Dia menjelaskan, pos pelayanan ini menyediakan beberapa jenis layanan utama. Beberapa di antaranya, layanan kesehatan, dukungan psikososial, penyediaan air bersih, hunian darurat, pendidikan darurat, serta distribusi bantuan permakanan dan logistik nonpangan.
"Pendekatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak penyintas sekaligus menjaga keberlangsungan layanan dasar di lokasi terdampak," kata Budi dalam keterangannya, Selasa (2/12/2025).
Sebanyak 240 personel relawan dikerahkan ke Aceh, Sumut, dan Sumbar pada kloter pertama. Tahap awal ini terdiri dari Tim Emergency Medical Team (EMT) MDMC yang berasal dari 13 RS Muhammadiyah–’Aisyiyah, tim psikososial, tim logistik, tim manajemen posko koordinasi dan data-informasi (datin), serta tim SAR Muhammadiyah.
"Seluruhnya akan bersinergi dengan pemerintah daerah, lembaga penanggulangan bencana, dan jaringan kemanusiaan lainnya di lapangan," ucapnya.
Baca Juga
Masa penugasan relawan MDMC pada fase tanggap darurat Muhammadiyah ditetapkan hingga 5 Januari 2026. Namun, hal itu akan disesuaikan dengan perkembangan situasi di masing-masing daerah. Seluruh operasi darurat ini didukung sepenuhnya oleh Lazismu.
Melalui pengerahan kekuatan regional Sumatera dan dukungan lintas pulau dari DIY, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, Muhammadiyah menegaskan komitmennya untuk hadir bersama warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

