RI - Malaysia Perkuat Kerja Sama Pertahanan Lewat Pertemuan Tingkat Tinggi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan), Donny Ermawan, menerima kunjungan Deputy Secretary General (Policy) of the Ministry of Defence Malaysia, H.E. Mohd Yani bin Daud, di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (22/8/2025). Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda strategis terkait hubungan pertahanan kedua negara.
Dalam sambutannya, Wamenhan menyampaikan apresiasi kepada Mohd Yani bin Daud yang hadir di sela-sela rangkaian kegiatan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (ASCCO). Ia menegaskan bahwa Malaysia merupakan mitra dekat Indonesia dengan rekam jejak panjang kerja sama bilateral di bidang pertahanan.
Hubungan Indonesia–Malaysia di sektor pertahanan disebut terus menunjukkan perkembangan positif. “Kami memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas pengabdian dan dedikasi Yang Mulia dalam memperkuat ikatan kerja sama ini,” ujar Wamenhan dalam keterangan resmi, Senin (25/8/2025).
Agenda utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut mencakup Dokumen Kerja Sama Pertahanan, forum dialog, topik khusus untuk diskusi, hingga rencana kunjungan pertukaran. Keduanya juga menekankan pentingnya kerja sama pendidikan, pelatihan, dan pengembangan industri pertahanan.
Selain isu bilateral, kedua pihak turut membahas kolaborasi multilateral dan dinamika keamanan kawasan. Isu-isu strategis di kawasan Asia Tenggara yang membutuhkan perhatian bersama juga menjadi fokus diskusi untuk merumuskan langkah antisipatif.
Pemerintah menilai kerja sama ini tidak hanya memperkuat kapasitas pertahanan masing-masing negara, tetapi juga mendukung stabilitas kawasan. Bagi Indonesia, peningkatan hubungan dengan Malaysia di bidang pertahanan dapat memperluas peluang kolaborasi dalam industri pertahanan yang terus berkembang.
Pertemuan ini diharapkan menghasilkan langkah konkret yang menguntungkan kedua negara. Sinergi yang dibangun dinilai dapat memperkuat kemampuan bersama dalam menghadapi tantangan keamanan yang semakin kompleks, baik di tingkat bilateral maupun regional.
“Semoga kerja sama pertahanan yang kita bangun dapat memberikan kontribusi positif, tidak hanya bagi kepentingan nasional kedua negara, tetapi juga untuk memperkuat perdamaian dan keamanan regional,” tutup Wamenhan.

