Hasil Survei 21 Lembaga Jelang Debat Capres: Alarm bagi Ganjar
JAKARTA, investortrust.id - Puluhan lembaga secara rutin merilis hasil survei capres-cawapres di Pilpres 2024. Bahkan, tiga lembaga, yakni Litbang Kompas, Poltracking Indonesia, dan LSI Denny JA merilis hasil survei mereka pada hari yang sama, yakni Senin (11/12/2023) atau sehari menjelang debat capres di kantor KPU, Jakarta, Selasa (12/12/2023). Debat ini merupakan debat perdana di masa kampanye Pilpres 2024.
Tim riset Investortrust mengompilasi hasil survei yang dilakukan 21 lembaga sejak Januari 2023 hingga Desember 2023. Ke-21 lembaga itu, yakni Charta Politika, Ipsos Public Affairs, Lembaga Survei Indonesia (LSI), Alvara Research Center, Polling Institute, Indonesia Survey Center, Poligov, SMRC, Poltracking, Lembaga Survei Nasional, Lembaga Survei Jakarta, Political Weather Station, Litbang Kompas, SPIN, Utting Research, Populi Center, Indopol, Algoritma, Indikator Politik, Indobarometer, dan LSI Denny JA.
Baca Juga
Survei LSI Denny JA: Prabowo-Gibran Unggul 18% dari Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin
Hasilnya, elektabilitas capres nomor urut 1, Anies Baswedan fluktuatif yang berkisar pada rentang 16,7% hingga 25,6%. Selanjutnya, elektabilitas capres nomor urut 2, Prabowo Subianto terus merangkak naik dari angka 23,2% pada Januari 2023 hingga saat ini mencapai 45,8%. Sebaliknya, elektabilitas capres nomor urut 3, Ganjar Pranowo justru mengalami tren menurun. Ganjar sempat meraih elektabilitas 36,3% pada Januari 2023 bahkan sempat mencapai puncak hingga 40% pada Mei 2023. Namun, saat ini, elektabilitas Ganjar hanya berkisar 18% hingga 27,3%.
Tren elektabilitas capres ini terkonfirmasi dengan hasil survei terbaru yang dirilis Litbang Kompas, Poltracking, dan LSI Denny JA. Hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 29 November hingga 4 Desember 2023 menunjukkan Prabowo meraih elektabilitas 39,7% disusul Ganjar dengan 18%, dan Anies 17,4%. Elektabilitas Ganjar anjlok 16,1% dibanding survei Litbang Kompas sebelumnya pada Agustus 2023. Saat itu, Ganjar meraih elektabilitas 34,1%. Sementara, Anies turun 1,8% karena sebelumnya meraih 19,2%. Berbeda dengan dua pesaingnya, elektabilitas Prabowo justru melonjak 8,4% karena sebelumnya meraih 31,3%.
Litbang Kompas menilai melebarnya jarak elektabilitas Ganjar dengan Prabowo tak terlepas dari pergeseran dukungan pemilih PDIP dan pemilih Jokowi. Soliditas dukungan dari pemilih PDIP pada Pemilu 2019 kepada Ganjar yang pada Agustus 2023 mencapai 60,6% sekarang tinggal 40,7%. Sebaliknya, pemilih PDIP yang kini mendukung Prabowo cenderung meningkat, dari 22,1% menjadi 35,1%.
Selain itu, simpatisan Jokowi yang memilih Ganjar yang sebelumnya mencapai 48,1% saat ini hanya 27,4%. Sebaliknya pemilih Jokowi yang mendukung Prabowo dari 22,9% naik menjadi 39,8%.
Sebaliknya, pemilih Prabowo di Pilpres 2019 cenderung kembali memilih ketua umum Partai Gerindra tersebut, meski sepertiganya menjadi pemilih Anies. Prabowo juga mendapat aliran suara terbesar dari kelompok yang pada Pemilu 2019 tidak menggunakan hak pilih. Litbang Kompas juga memotret adanya migrasi pemilih yang puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi. Pada survei Agustus 2023, dari total masyarakat yang puas terhadap kinerja Jokowi, 40,3% memilih Ganjar dan 30,9% memilih Prabowo. Sekarang 42,6% memilih Prabowo dan 21,5% memilih Ganjar.
Elektabilitas capres ini berjalan seiring saat simulasi pasangan capres-cawapres. Pasangan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka berada di puncak dengan mendapatkan 39,3% suara. Kemudian disusul Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dengan 16,7% dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD 15,3%. Namun, survei Litbang Kompas ini juga mencatat pemilih yang masih bimbang (undecided voters) mencapai 28,7 persen.
Baca Juga
Survei Poltracking: Prabowo-Gibran 45,2%, Ganjar-Mahfud 27,3%, dan Anies-Cak Imin 23,1%
Sementara itu, hasil survei Poltracking Indonesia yang dilakukan pada 29 November hingga 5 Desember 2023 41,7% pada November menjadi 46,1% pada bulan Desember 2023. Sebaliknya, elektabilitas Ganjar turun dari 31,% menjadi 27,6%. Elektabilitas Anies juga turun dari 25,7% menjadi 24,4%.
Dalam simulasi capres-cawapres berpasangan, elektabilitas Prabowo-Gibran juga meningkat dari sebelumnya meraih 40,2% kini mendapat 45,2%. Sementara Ganjar-Mahfud yang sebelumnya meraih 30,1% turun menjadi 27,3%. Demikian pula dengan elektabilitas Anies-Cak Imin yang meraih 23,1% atau turun 1,3% dibanding survei sebelumnya yang meraih 24,4%.
Seperti halnya Litbang Kompas, Poltracking juga menilai tren kenaikan dan penurunan elektabilitas capres-cawapres disebabkan multifaktor. Salah satu yang cukup mempengaruhi yakni efek atau Jokowi’s Effect, yakni pergerakan pemilih yang puas terhadap pemerintahan Jokowi dan pergerakan pemilih Jokowi pada Pilpres 2019.
Kemudian, hasil survei LSI Denny JA juga menunjukkan tren elektabilitas Prabowo-Gibran meningkat dan Ganjar-Mahfud cenderung turun. Untuk elektabilitas Anies-Cak Imin, LSI Denny JA menyebut elektabilitas paslon nomor urut 1 itu meningkat. Prabowo-Gibran yang pada November meraih 40,3% naik menjadi 42,9% pada Desember. Sementara Ganjar-Mahfud yang pada November 28,6% turun menjadi 24,9%. Sebaliknya, Anies-Cak Imin saat ini meraih 24% atau naik 3,7% dari survei sebelumnya, yakni 20,3%.
LSI Denny JA menyebut elektabilitas Ganjar-Mahfud terus turun karena dinilai kerap melakukan blunder dan menyerang Jokowi. LSI menilai jika blunder itu tidak segera ditanggulangi bukan tidak mungkin Ganjar-Mahfud akan disalip Anies-Cak Imin dan gagal lolos putaran kedua.
TPN Ganjar-Mahfud tak terlalu khawatir dalam melihat hasil survei, terutama Litbang Kompas. Hal itu mengingat survei Litbang Kompas menunjukkan adanya angka undecided voters yang tinggi, yakni 28,7%. Selain itu, hasil survei terbaru yang dilakukan sejumlah lembaga menunjukkan tidak ada paslon yang bisa mengeklaim dapat meraih kemengan di Pilpres 2024 dalam satu putaran.
"Kami amati dan kemudian memberikan pemahaman bahwa pada dasarnya Pemilu 2024 masih sangat-sangat terbuka. Tidak bisa dibuat satu kesimpulan yang bulat siapa yang akan cenderung paling unggul di Pemilu 2024 karena ada diferensiasi antara satu survei dengan satu survei lainnya. kesimpulan lain yang kami ambil adalah ketika melihat hasil-hasil survei ini adalah adanya pasangan 02 yang menargetkan pemilu satu putaran juga masih jauh dari target tersebut," kata Deputi Politik TPN Ganjar-Mahfud di Jakarta, Senin (11/12/2023).
Dengan hasil survei ini, Andi Widjajanto menekankan, dinamika politik masih dapat terjadi. Apalagi, kampanye baru dimulai sekitar 10 hari.
"Melihat ada dinamika yang sangat tinggi yang terjadi di satu bulan terakhir ini, dan lagi-lagi karena ada perbedaan yang cukup signifikan antara satu survei dengan satu survei lainnya," katanya.
Baca Juga
TPN meyakini debat capres yang perdana akan digelar malam ini akan menjadi momentum untuk mendongkrak elektabilitas Ganjar. Hal ini mengingat tema debat perdana, yakni hukum, HAM, pemerintahan, pemberantasan korupsi, dan penguatan demokrasi merupakan tema yang dikuasai oleh Ganjar-Mahfud. Ganjar merupakan sarjana hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Sementara Mahfud dikenal sebagai pendekar hukum dan kini sedang menjabat sebagai menteri koordinator bidang politik, hukum, dan keamanan (menko polhukam).
"Tentunya kami juga berbicara dengan Pak Mahfud, sudah ada pertemuan antara Mas Ganjar dengan Pak Mahfud. Kedua kandidat kami sudah saling mengisi tentang isu-isu debat satu, misalnya sudah berbicara tentang kemunduran demokrasi, sudah berbicara tentang pemberantasan korupsi, sudah juga berbicara hal-hal yang terkait dengan terobosan-terobosan demokrasi yang ada di era digital," katanya.
Selain itu, kata Andi, Ganjar juga sudah menyerap berbagai aspirasi masyarakat mengenai tema debat tersebut. Untuk itu, Andi meyakini, Ganjar bakal tampil maksimal di debat malam nanti.
"Pada dasarnya sudah menemukan narasi utamanya yang yakin kandidat kami akan bisa tampil dengan performance yang sangat baik di 12 Desember," katanya.
Hal senada dikatakan, Juru Bicara TPN Ganjar-Mahfud, Aryo Seno Bagaskoro yang mengatakan debat capres malam nanti akan menjadi jawaban bagi undecided voters, atau pemilih yang belum menentukan pilihan.
"Dalam situasi, misalnya, menghadapi survei kemarin ya, hari ini muncul dari Kompas tentang undecided voters yang masih banyak yang galau. Jadi, kami rasa debat ini menjadi salah satu jawaban, nanti masyarakat akan melihat," ujar Seno.
Seno memastikan pasangan Ganjar-Mahfud akan memberikan kejutan saat berbicara di panggung debat.

