Paus Fransiskus Akan Bertemu dengan Ratusan Tokoh Lintas Agama di Masjid Istiqlal
JAKARTA, investortrust.id - Paus Fransiskus dijadwalkan mengunjungi Indonesia pada 3 September hingga 6 September 2024. Dalam rangkaian kunjungan ke Asia, Paus ke-266 tersebut hanya akan mengunjungi empat negara, yakni Indonesia, Singapura, Papua Nugini, dan Timor Leste.
Salah satu lokasi yang akan dikunjungi Paus Fransiskus di Indonesia adalah Masjid Istiqlal. Paus dijadwalkan akan berkunjung ke masjid terbesar di Indonesia itu pada 5 September 2024.
"Rencana kunjungan ke Indonesia tanggal 3 sampai dengan 6 September 2024. Untuk kunjungan ke Istiqlal dijadwalkan hari Kamis, tanggal 5 September 2024," kata Kabid Riayah dan Humas Badan Pengelola Masjid Istiqlal (BPMI), Ismail Chawidu kepada Investortrust.id, Sabtu (22/6/2024).
Baca Juga
Ismail mengatakan, dalam kunjungan ke Masjid Istiqlal, Paus Fransiskus dijadwalkan akan bertemu ratusan tokoh lintas agama.
"Kunjungannya ke istiqlal akan diacarakan khusus yang akan dihadiri 300 undangan tokoh-tokoh berbagai agama," katanya.
Kunjungan Paus ke Indonesia ini merupakan yang pertama kali setelah 3,5 dekade. Paus Johanes Paulus II mengunjungi Indonesia pada 8-12 Oktober 1986. Dalam kunjungannya kala itu, Paus Johanes Paulus II berkeliling ke lima kota, yakni Jakarta, Yogyakarta, Maumere, Medan, dan Dili (sekarang ibu kota Timor Leste).
Selama kunjungan singkat di Jakarta pada tahun ini, Paus Fransiskus dijadwalkan bertemu Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara pada 3 September 2024. Pada hari kedua atau 4 September, Paus mengunjungi Katedral Jakarta.
Baca Juga
Menyambut Kedatangan Paus Fransiskus: Momentum Kebangkitan Umat Katolik Indonesia
Pada hari ketiga, 5 September, Paus dijadwalkan pagi hari berkunjung ke Masjid Istiqlal dan mengadakan pertemuan dengan tokoh lintas agama di masjid yang bersebelahan dengan Gereja Katedral ini. Pada sore hari, Paus mengadakan misa kudus dengan umat Katolik di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan.
Hari keempat, 6 September 2024, Paus mengakhiri kunjungan dan terbang meninggalkan Indonesia.

