Update Korban Banjir Sumbar: 44 Meninggal dan 15 Orang Proses Pencarian
JAKARTA, investortrust.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, sebanyak 44 orang meninggal dunia dan 15 orang masih belum ditemukan akibat banjir bandang lahar dingin yang menerjang wilayah Sumatera Barat (Sumbar).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, secara umum, jumlah korban meninggal ada 44 jiwa dengan rincian itu di Kabupaten Agam 19 (jiwa), Kabupaten Tanah Datar 14 (jiwa), Kabupaten Padang Panjang dua (jiwa), Kota Padang satu (jiwa), dan Kabupaten Padang Pariaman delapan (jiwa)," kata Abdul Muhari dalam virtual meeting, Senin (13/5/2024).
Data dihimpun BNPB hingga pukul 13.00 WIB, Senin (13/5/2024). Sebelumnya, BNPB menyebut pada Senin (13/5/2024) pukul 06.30 WIB korban meninggal dunia akibat bencana ini tercatat sebanyak 40 orang, dan 13 lainnya hilang.
Baca Juga
BNPB Catat 37 Orang Meninggal Akibat Banjir Lahar Dingin di Sumbar
Abdul menyebut, bencana alam ini diakibatkan tingginya curah hujan di wilayah hulu Gunung Marapi. Di mana berdampak parah pada empat kabupaten, yakni Kabupaten Agam, Kabupaten Tanah Datar, Kabupaten Padang Panjang, dan Kabupaten Padang Pariaman.
Lebih rinci, Abdul memaparkan, dari 44 korban meninggal dunia sebanyak 15 korban masih dalam tahap pencarian. Dari jumlah itu, 19 korban meninggal dunia dan 3 orang hilang di Kabupaten Agam, 14 orang meninggal dan 12 orang hilang di Kabupaten Tanah Datar, dua orang meninggal dunia di Kabupaten Padang Panjang, satu orang meninggal dunia di Kota Padang, dan delapan orang meninggal di Kabupaten Padang Pariaman.
Adapun imbauan dari BNPB mengenai langkah-langkah tanggap darurat dan pencegahan jangka pendek dan panjang terhadap kejadian bencana ini adalah, memastikan percepatan upaya pencarian korban hilang, memastikan logistik dasar korban terdampak, memastikan penggunaan lahan sepanjang aliran sungai dan mitigasi bencana, kajian bencana bahaya banjir lahar dingin dan opsi mitigasi sementara maupun permanen, serta peringatan dini berbasis komunitas bagi daerah sepanjang aliran bahaya lahar dingin.
Baca Juga
KKP dan Polri Gagalkan Penyelundupan 125 Ribu Benih Lobster di Jambi
"Kami menginformasikan kepada warga dan tim pencari korban untuk benar-benar melihat situasi dan kondisi. Pada saat proses pencarian dilakukan ada turun hujan lebih dari satu jam, serta intensitasnya cukup tinggi, kita akan mengutamakan keselamatan tim terlebih dahulu," tutur Abdul.
Sedangkan bagi masyarakat, tutup Abdul, yang ada di daerah-daerah yang dilewati aliran lahar hujan, kalau terjadi hujan lebih dari satu jam, visibilitas kurang dari 100 meter, lakukanlah evakuasi mandiri untuk menjaga segala kemungkinan (buruk) yang akan terjadi.

