Masa Tanggap Darurat Erupsi Gunung Ruang hingga 14 Mei, 3.364 Orang Dievakuasi dari Tagulandang
MANADO, investortrust.id - Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto menyebutkan masa tanggap darurat erupsi Gunung Ruang di Pulau Ruang Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, hingga 14 Mei 2024. Sementara sebanyak 3.364 warga korban erupsi Gunung Ruang sudah dievakuasi dari Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
"Kami sudah menerima SK Bupati Kepulauan Sitaro terkait tanggap darurat bencana erupsi Gunung Ruang diperpanjang dari 30 April 2024 hingga 14 Mei 2024," kata Suharyanto di Manado, Jumat (3/5/2024), seperti dilansir Antara.
Oleh karena itu, kata dia, provinsi maupun kabupaten dan kota di sekitarnya yang ikut menjadi bagian dalam penanganan bencana secara keseluruhan juga mengikutinya.
Dia mengatakan, BNPB bisa masuk wilayah dan mengerahkan segala sumber daya pusat ke daerah ketika daerah sudah menetapkan status tanggap darurat.
Baca Juga
Presiden Instruksikan Penanganan Pengungsi Akibat Erupsi Gunung Ruang
"Status ini tidak ada kaitannya dengan kemampuan daerah. Saya sering katakan tidak ada seorang pemimpin di dunia ini yang bisa menghentikan terjadinya bencana. Jadi tidak ada kaitannya ketika menetapkan status seolah-olah tidak mampu begitu, tidak ada kaitannya," katanya.
Oleh karena itu, dia berharap para bupati atau wali kota di sekitar Kabupaten Kepulauan Sitaro sebagai daerah terdampak, daerah-daerah lainnya seperti di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Minahasa Utara, Kota Manado, dan Kota Bitung juga menetapkan status tanggap darurat.
"Daerah-daerah tersebut kebetulan juga digunakan untuk membantu mengevakuasi dan menerima masyarakat Kabupaten Kepulauan Sitaro yang terdampak erupsi Gunung Ruang," katanya.
Suharyanto berharap Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey juga menetapkan status tanggap darurat untuk memaksimalkan penanganan pengungsi.
Baca Juga
Imbas Erupsi Gunung Ruang, Penutupan Bandara Sam Ratulangi Kembali Diperpanjang hingga Sabtu Sore
"Karena sudah lebih dari dua kabupaten/kota yang menetapkan status, provinsi bisa menetapkan status siaga darurat sehingga pengerahan sumber daya ini betul-betul bisa maksimal dan tidak dipertanyakan di kemudian hari ," katanya.
3.364 Korban Dievakuasi dari Tagulandang
Sementara itu, Suharyanto mengatakan sebanyak 3.364 warga korban erupsi Gunung Ruang sudah dievakuasi dari Pulau Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara.
"Evakuasi pengungsi yang sudah dilaksanakan sampai dengan tanggal 2 Mei 2024 kami mencatat sebanyak 3.364 jiwa," kata Suharyanto di Manado, Jumat.
Proses evakuasi tersebut, kata dia, dilakukan menggunakan beberapa alat angkut seperti KM Glory, KRI Kakap, KM Marina Bay, dan KMP Lohoraung.
"Nah kebetulan pas saat berangkat, saya ketemu dengan Pak Kasal, beliau juga langsung menyampaikan bahwa kebutuhan alutsista terkait dengan pengungsian kalau memang diperlukan akan ditambah," katanya.
Sebagai informasi, kata dia, sekarang ada KRI Teluk Lampung 540 dalam proses perencanaan dengan kapasitas angkut hingga 600 orang.
Selain dari TNI-AL, ada kapal Bea Cukai dan BNPB serta akan ditambah dari swasta yaitu KMP Glory dan KMP Lokobanua untuk membantu proses evakuasi.
Suharyanto optimistis apabila dukungan sarana angkut laut untuk evakuasi ini dilakukan, maka evakuasi 5.719 orang bisa dilakukan.
"Apabila kita maksimalkan mudah-mudahan dalam waktu tiga hari ini bisa selesai. Semua warga yang harus diungsikan bisa keluar dari Pulau Tagulandang," katanya.
Diberitakan sebelumnya, Gunung Ruang di Pulau Ruang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sulawesi Utara, kembali berstatus Awas atau Level IV setelah kembali erupsi pada Selasa (30/4) pukul 02.35 WITA.
Saat erupsi, tinggi kolom abu tidak teramati. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 55 mm dan durasi sementara ini sekitar 10 menit.
Rentetan letusan Gunung Ruang mulai terjadi sejak 16 April 2024 setelah peningkatan aktivitas vulkanik. Beberapa hari jeda, erupsi kembali terjadi pada 30 April 2024.

