KTT APEC AS Momentum bagi Jokowi untuk Suarakan Isu Palestina
JAKARTA, investortrust.id - Pertemuan bilaterial Indonesia dan Amerika Serikat (AS) pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik (APEC) Summit 2023 di San Francisco, AS, merupakan momentum yang tepat bagi Presiden Jokowi untuk menyuarakan keprihatinan dan ketegangan di kawasan Israel-Palestina.
“Pertemuan bilateral RI-AS juga bisa digunakan sebagai forum untuk menyampaikan dukungan terhadap upaya perdamaian yang berkelanjutan dan mendorong dialog yang konstruktif antara kedua belah pihak,” ujar pakar hukum bisnis dan perdagangan internasional, Prof Ariawan Gunadi.
Dia mengemukakan hal itu dalam keterangan resmi yang diterima investortrust.id di Jakarta, Selasa (14/11/2023). Ariawan menanggapi kunjungan Presiden Jokowi ke AS untuk menghadiri pertemuan para pemimpin negara pada KTT APEC Summit 2023 di San Francisco, AS, pada 14-16 November 2023.
Baca Juga
Jokowi: OKI Harus Bersatu Bela Keadilan dan Kemanusiaan Bagi Palestina
Menurut Ariawan Gunadi, pertemuan bilateral RI-AS tidak hanya menjadi sarana untuk membangun hubungan diplomatik, tetapi juga menjadi panggung bagi Presiden Jokowi untuk menjalankan peran aktif Indonesia dalam mempromosikan perdamaian dan berkontribusi pada pembangunan ekonomi global yang berkelanjutan.
Sebelum bertolak ke AS, Jokowi menghadiri KTT Luar Biasa Organisasi Kerja Sama Islam (KTT OKI) di Riyadh, Arab Saudi. KTT OKI 2023 yang dihelat pada 11 November 2023 menghasilkan sebuah resolusi yang berisikan 31 keputusan. Resolusi tersebut juga menunjukkan kesatuan posisi OKI terhadap situasi Gaza yang sangat memprihatinkan.
Keputusan yang disepakati antara lain mengecam agresi Israel di Gaza, mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) untuk bertindak menghasilkan resolusi sehingga kekejaman dapat segera diakhiri dan bantuan dapat masuk. Juga mengenai pentingnya mematuhi hukum internasional dan mendesak DK PBB mengeluarkan resolusi mengecam perusakan rumah sakit di Gaza oleh Israel.
Baca Juga
Resolusi itu pun memberikan mandat kepada Sekretariat OKI dan Liga Arab untuk membuat joint media monitoring unit. Kecuali itu, para leaders memberikan mandat kepada Saudi, Jordan, Mesir, Qatar, Turkiye, Indonesia, dan Nigeria untuk memulai aksi atas nama OKI dan Liga Arab guna menghentikan perang di Gaza dan mendorong dimulainya proses perdamaian secara sungguh-sungguh dan genuine. Tujuannya tiada lain untuk mencapai perdamaian berdasarkan solusi dua negara.
Saran di Bidang Ekonomi
Prof Ariawan Gunadi mengungkapkan, pada KTT APEC di San Francisco, Presiden Jokowi juga perlu mengajak negara-negara anggota APEC menegaskan kembali komitmen bersama guna memperkuat sistem perdagangan multilateral melalui World Trade Organization (WTO) untuk meningkatkan perdagangan berkelanjutan.
Baca Juga
Segera Akhiri Konflik, PM Palestina Desak Masyarakat Internasional Tidak Standar Ganda
Ajakan Presiden Jokowi, kata Ariawan, sangat relevan karena KTT APEC Summit 2023 mengangkat tema Menciptakan Masa Depan yang Tangguh dan Berkelanjutan bagi Semua (Creating a Resilient and Sustainable Future for All).
“Ini merupakan forum kerja sama ekonomi regional kawasan Asia Pasifik yang bertujuan untuk mendorong perdagangan dan investasi yang bebas, adil, dan terbuka serta memajukan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif,” ujar dia.
Dia mengemukakan, penyelenggaraan KTT APEC 2023 diharapkan mampu mendongkrak nilai ekspor perdagangan Indonesia ke negara-negara anggota APEC. KTT APEC 2023 juga dapat menjadi kesempatan bagi Indonesia untuk mempromosikan produk unggulan.
Terlebih, menurut Ariawan, ketuanrumahan AS dalam KTT APEC 2023 mengangkat isu keberlanjutan dan inklusivitas dengan membahas sejumlah topic, seperti ketahanan rantai pasok, ekonomi digital, konektivitas, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perubahan iklim, serta keamanan pangan, lingkungan, dan keberlanjutan.
Baca Juga
Fatwa MUI: Haram Beli Produk Pendukung Agresi Israel ke Palestina
"Pada 2022, total nilai perdagangan Indonesia ke ekonomi APEC mencapai US$ 395,21 miliar, naik 22,27% dibandingkan tahun sebelumnya melalui ekspor berbagai produk ekspor, seperti batu bara, paduan besi, ferro-alloys, ferro-nickel, minyak sawit, lignit, dan bijih tembaga," tutur dia.
Prof Ariawan Gunadi menambahkan, Presiden Jokowi juga telah menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden AS, Joe Biden pada 13 November 2023 di Washington DC. Dalam pertemuan tersebut, Jokowi dan Joe Biden membahas masalah ekonomi, inisiatif energi bersih, dan cara untuk meningkatkan perdamaian hingga stabilitas regional.

