MOU dengan Korsel Diteken, Presiden Tinjau Lotte Chemical dan Lanjutkan Bantuan Pangan
JAKARTA, investortrust.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan meninjau PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon pada 12 September 2023. Selain meninjau pembangunan industri kimia yang menjadi salah satu program prioritas RI itu, Kepala Negara melanjutkan penyerahan bantuan pangan di tengah melonjaknya harga beras di dalam dan luar negeri. Bahkan, menurut FAO harga makanan pokok di Asia ini sudah di level tertinggi dalam 15 tahun terakhir di pasar global.
“Presiden RI Jokowi melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Banten pada Selasa (12/09/2023). Dengan menggunakan helikopter Super Puma TNI AU, Presiden dan rombongan lepas landas dari Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta, sekitar pukul 07.30 WIB. Setibanya di Stadion Seruni, Kota Cilegon, Presiden disambut oleh Pj Gubernur Banten Al Muktabar,” papar Sekretariat Kabinet dalam keterangan yang dirilis di Jakarta, pagi hari ini.
Baca Juga
Presiden Jokowi akan menuju PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Kota Cilegon. Setelah meninjau pembangunan area industri dan fasilitas pendukung perusahaan kimia asal Korea Selatan (Korsel) tersebut, Kepala Negara menuju Kantor Kecamatan Jombang, Kota Cilegon, untuk menyerahkan bantuan pangan kepada keluarga penerima manfaat.
Pria dengan latar belakang pengusaha ini juga bakal meninjau Pasar Kranggot, untuk mengecek harga dan stok kebutuhan pokok serta menyerahkan sejumlah bantuan sosial bagi pedagang. Setelah itu, Presiden kembali ke Stadion Seruni untuk kemudian lepas landas menuju Jakarta.
Turut mendampingi Jokowi dalam penerbangan menuju Provinsi Banten, di antaranya, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia.
MuU Korsel
Sementara itu, pekan lalu, Pemerintah RI dan Korsel sepakat memperkuat pertukaran dan kerja sama di bidang industri. Kesepakatan yang dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) itu diharapkan mendorong kerja sama kedua mitra yang lebih efektif di bidang industri.
Perjanjian kerja sama industri Indonesia-Republik Korea tersebut ditandatangani oleh Menteri Perindustrian RI Agus Gumiwang Kartasasmita serta Menteri Perdagangan, Perindustrian, dan Energi Republik Korea yang diwakili oleh Menteri Perdagangan Ahn Dukgeun.
Dalam pembangunan industri nasional, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto pernah menjelaskan, Indonesia memiliki program Making Indonesia 4.0, dengan fokus pada 7 sektor industri, yakni kimia, makanan-minuman, tekstil, otomotif, elektronik, alat kesehatan dan farmasi. Industri unggulan ini menyumbang 70% produk domestik bruto (PDB) industri, 65% ekspor industri, dan 60% tenaga kerja industri Indonesia.
Program pemerintah tersebut bertujuan menyiapkan Indonesia untuk menghadapi era industri digital 4.0. Ketujuh industri itu dinilai yang paling siap di Tanah Air.

