Posko Angkutan Nataru mulai Beroperasi, 22 Instansi Dikerahkan
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) resmi membuka Posko Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024. Posko tersebut akan beroperasi mulai hari ini (Selasa, 19/12/2023) hingga Rabu (03/12/2024). Sedikitnya 22 instansi dikerahkan dalam posko tersebut.
"Posko dilaksanakan dalam dua shift. Jadwal shift pertama dimulai pukul 08.00-20.00 WIB dan shift kedua mulai pukul 20.00-08.00 WIB," kata Direktur Lalu Lintas Jalan Kemenhub, Ahmad Yani di Kantor Kemenhub, Jakarta, Selasa (19/12/2023).
Ahmad Yani mengungkapkan, posko ini melibatkan sedikitnya 22 instansi, meliputi Korlantas Polri, Basarnas, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), Biro Komunikasi dan Informasi Publik (BKIP), Pusdatin, Ditjen Perhubungan Darat, Ditjen Perhubungan Laut, dan Ditjen Perhubungan Udara.
Baca Juga
Instansi lainnya yaitu Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek, Badan Kebijakan Transportasi, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Astra Infra Tol Nusantara, PT Jasa Raharja, PT Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry, PT Kereta Api Indoensia (KAI), PT Pelni, PT Angkasa Pura (AP) 1, PT AP 2, Airnav, Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI), dan Organisasi Amatir Radio Indonesia (Orari).
Ahmad Yani mengungkapkan, salah satu tujuan dibentuknya posko ini adalah untuk memantau transportasi, serta memantapkan koordinasi dan kolaborasi antara petugas suluruh stakeholder sebagai upaya mewujudukan angkutan Nataru yang selamat, aman, nyaman, tertib, dan lancar.
Menurut Ahmad Yani, sejauh ini sudah ada beberapa kegiatan yang dilakukan dalam rangka persiapan pelaksanaan Posko Angkutan Nataru 2023-2024. Di antaranya adalah menerbitkan Surat Keputusan Menhub No 140 Tahun 2023 tentang Tim Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024.
Baca Juga
ASDP Incar 3 Juta Penumpang, Cek Skema Layanan yang Berlaku di Musim Nataru
"Kemudian melaksanakan rapat teknis dan rapat koordinasi, serta menyusun rencana operasi angkutan Nataru yang dapat dijadikan acuan bagi seluruh pemangku kepentingan di tingkat pusat, provinsi, kabupaten, dan kota dalam melaksanakan tugas," papar Ahmad Yani.
Selain itu, kata Ahmad Yani, tim sudah melakukan survei kesiapan sarana dan prasarana masing-masing moda transportasi. Juga melakukan ramp check semua sarana angkutan umum untuk memastikan memenuhi persyaratan teknis dan kelaikan operasi.
"Untuk moda jalan telah dilakukan penandatangan surat keputusan bersama antara Dirjen Perhubungan Darat, Kakorlantas Polri, dan Dirjen Binamarga mengenai pengaturan lalu lintas jalan serta penyeberangan arus mudik balik Nataru 2023-2024," tutur dia.

