Pemerintah Belum Hitung Biaya Pembangunan Giant Sea Wall
JAKARTA, Investortrust.id - Biaya pembangunan tanggul laut di pesisir utara Jakarta sebesar Rp 164 triliun tidak bisa menjadi patokan atau dasar penghitungan biaya pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall). Disampaikan Deputi Bidang Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang, Kemenko bidang Perekonomian, Wahyu Utomo, pemerintah belum membuat perkiraan biaya pembangunan tanggul laut raksasa (giant sea wall).
“Belum ada (estimasinya). Karena harus dihitung benar itu kondisi lahannya. Dilihat dulu lautnya kayak apa, dalamnya seberapa,” kata Wahyu usai Seminar Nasional “Strategi Perlindungan Kawasan Pulau Jawa Melalui Pembangunan Tanggul Pantai dan Tanggul Laut (Giant Sea Wall)” di Hotel Kempinski, Jakarta, Rabu (10/1/2024).
Menurutnya, pemerintah masih membutuhkan kajian pembangunan tanggul mengingat ada beberapa kondisi tiap daerah yang berbeda. Wahyu mencontohkan kondisi pesisir utara Jakarta tidak bisa disamakan dengan kondisi di Serang dan Bekasi. Walhasil, konstruksi pembangunan tanggul laut raksasa akan berbeda di tiap lokasi.
“Jadi ini tidak bisa disamaratakan dengan Jakarta. Yang Jakarta tinggal dikalikan berapa panjangnya, itu enggak bisa. Harus ada penelitian dulu,” kata dia.
Wahyu mengatakan, biaya tanggul untuk pesisir utara Jakarta misalnya, begitu mahal. Ini karena ada 13 muara sungai.
“Tempat lain belum tahu berapa. Jadi ini tidak bisa main kira-kira,” ucap dia.
Dalam waktu dekat, kata Wahyu, pemerintah akan membentuk tim satgas untuk menghitung biaya total tanggul laut raksasa. Namun dia belum bisa memastikan kapan kajian tersebut selesai.
“Ya baru awal. Paling tidak dengan ini, mulai disiapkanlah satgas itu,” kata dia.
Masih menurut Wahyu, rencananya tanggul laut raksasa tidak hanya mengandalkan anggaran APBN. Pihak swasta pun bakal dilibatkan. “Jangan sampai membebani APBN. Dengan adanya tanah-tanah timbul tadi bisa dikerjasamakan dengan swasta untuk bangun pemukiman baru, bandara baru, dari situ pendanaannya,” ucap dia.
Meski belum melakukan kajian, Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto menyinggung soal pembiayaan tanggul laut raksasa. Berkaca pada biaya pembiayaan fase pertama di Jakarta, pembangunan tanggul laut raksasa akan membutuhkan US$ 50-60 miliar.
“Saya dengar itu (proyek) akan membutuhkan US$ 50-60 miliar. Ini bukan masalah bisa atau tidak bisa, kalau tidak Pantai Utara akan tenggelam,” kata Prabowo.
Prabowo mengatakan pembangunan tanggul laut raksasa ini tidak mungkin diselesaikan dalam waktu cepat. Dia pun mengusulkan pembangunan pemukiman murah di kawasan terendam banjir.
“Jadi dua pola, satu rumah di atas panggung yang merupakan kearifan nenek moyang kita. Berarti kalau 20 tahun, 500 centimeter. Berarti panggung ini harus bisa di atas genangan setinggi itu,” ujar dia.

