Ini Langkah Kemendikbud Antisipasi AI di Pendidikan
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) mengungkap penerapan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) tak bisa dihindari dalam berbagai bidang kehidupan. Salah satunya bidang pendidikan.
Plt Direktur Jenderal Perguruan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kemendikbud Ristek, Nizam tak menampik bila keberadaan AI masih sering dianggap asing di kelas-kelas. Meski demikian, sejumlah langkah perlu dilakukan sebagai antisipasi dan adaptasi.
"Dalam menangani AI, banyak juga yang tidak mengizinkan AI masuk ke dalam kelas misalnya. Namun yang perlu kita lakukan adalah kompetensi digital baru yang dibutuhkan oleh pasar kerja di masa depan," ucapnya dalam Indonesia Economic Forum bertema 'Accelerating Digital Economy' yang digelar di The Habibie & Ainun Library, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (30/11/2023).
Baca Juga
Humane AI Pin, Perangkat Berbasis Artificial Intelligence yang Dipasang di Baju
Nizam menjelaskan perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendidik mahasiswa dengan kompetensi yang belum tersedia di kampus seperti pembelajaran AI. Hal yang bisa dimanfaatkan dari AI yaitu meningkatkan bidang keamanan dan banyak aspek pengembangan lainnya.
"Saat ini kami memiliki lebih dari 1.000 institusi dengan efisiensi tinggi yang menawarkan informasi sebagai bagian dari program pengembangan pembelajaran teknologi tersebut," tuturnya.
Kemendikbud Ristek juga sudah menyiapkan 10.000 program yang berhubungan dengan teknologi. Hasilnya, ada 1 juta orang yang mengambil studi di bidang teknologi dengan angka kelulusan 200.000 mahasiswa setiap tahun.
Baca Juga
AP II Kenalkan AeroBuddy sebagai Platform Kecerdasan Buatan di Bandara
"Jadi dari sisi sumber daya manusia sebenarnya kita mempercepat penyiapan atau pembuatan tenant pool yang kompetensinya terkait digital. Kami bekerja sama dengan Microsoft, Cisco, Google, dan Nvidia," tuturnya.
"Jadi betapa besarnya kami menciptakan kompetensi yang sangat spesifik seperti pembelajaran mesin, serta AI untuk komputasi seperti keamanan dan sejenisnya. Kami juga mempercepat pengembangan etologi perangkat keras dan perangkat lunak kemitraan tiga universitas melalui dana pendamping," ucapnya. CR-14

