Masih Ingat Mantan Ahok? Ini lho Pilihan Politiknya!
JAKARTA, investortrust.id – Masih ingat Veronica Tan? Mantan istri Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok itu ternyata masih eksis di media sosial (medsos). Nah, dalam postingan terbarunya di Instagram, perempuan bertubuh singset yang tampak awet muda itu mengungkapkan unek-unek politiknya menjelang pemilihan presiden (pilpres).
Lewat akun veronicatan_official, Vero memajangfoto dirinya bersama Ibu Negara, Iriana Jokowi dalam sampul sebuah majalah bulanan dengan judul utama Modern-Day’s Kartinis. Keduanya mengenakan baju batik warna senada, berdiri bersebelahan, sambil memegang sandaran sebuah kursi jati ukir berwarna cokelat tua.
Baca Juga
Veronica Tan, yang resmi bercerai dengan Ahok pada 4 April 2018 dan hingga kini masih sendiri,tidak menyebutkan edisi majalah tersebut. Namun, di bagian sudut kiri bawah foto sampul majalah itu sama-samar tertera tulisan April 2023. Melihat judul majalah tersebut, keduanya difoto dan menjadi cover berkenaan dengan peringatan Hari Kartini.
Lantas,siapa capres-cawapres pilihan Veronica Tan? Meski foto dirinya dengan Iriana sudah berbicara banyak, sosialita kelahiranMedan, 4 Desember 1977, itu tetap menulis dengan sangat hati-hati.
Dalam waktu singkat, postingan Vero di IG diserbu komentar netizen yang umumnya mendukung pilihan politik ibu tiga anak tersebut. Hingga Kamis (8/2/2024) pukul 20.39 WIB, postingan Vero mendapat 8.936 likes.
Baca Juga
Begini tulisan utuh Veronica Tan di Instagram:
“Sengaja saya tidak membuat kalimat yang panjang dan penuh retorika ketika ditanya orang2 mengenai pilihan pemilu 2024 karena saya akan menjawabnya di waktu yang tepat.
Hari ini tidak sengaja ketemu majalah lama sambil duduk merenung, saya menyempatkan diri untuk berpikir bahwa saya tetap komit dengan alasan personal dalam memilih seorang pemimpin terbaik yang kelak akan membuat anak2 ku dan anak2 semua Ibu di Indonesia merasa bangga dengan negeri ini.
Saya mencari semua latar belakang dan kemampuan semua Capres tentu sekali lagi dalam sudut yang subyektif karena saya percaya kita tidak boleh menghakimi apapun keputusan dan pilihan orang lain.
Tidak ada kesempurnaan yang saya dapati, selalu ada celah, lobang dan masalah diantara mereka. Namun saya yakini kita tidak memilih “malaikat” tanpa dosa disini. Maka kali ini saya gunakan “hati dan rasa” seorang wanita, ibu dan rakyat biasa mengenang kembali apa yang pernah saya rasakan, saya lihat dan saya temukan.
Indonesia sudah berjalan di jalur yang benar, banyak kerikil dan duri dalam perjalanan adalah tanggung jawab kita semua untuk menyingkirkan, tetap waras tetap welas asih dalam bahasa cinta untuk mengingatkan mereka yang belok dan lupa jalan.
Keyakinan ini masih belum luntur, apa yang pernah kita bicarakan bahwa wanita harus kuat walau dihadang banyak masalah dan cobaan karena saya yakin jika wanita kuat maka Bangsa ini akan Hebat.
Ijinkan saya untuk katakan: Perjuangan bangsa ini masih akan berjalan saya Percaya Indonesia Emas 2045 akan terwujud.”

