Padamkan Karhutla, BNPB Perkuat Operasi Modifikasi Cuaca dengan Dry Ice
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menggencarkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) menggunakan metode es kering atau dry ice untuk mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera dan Kalimantan. Metode ini menjadi alternatif penyemaian garam atau NaCl untuk membantu penanganan kebakaran agar tidak meluas.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, penanganan karhutla hingga Kamis (22/10/2026) masih berlangsung melalui satuan tugas (satgas) udara dan darat di sejumlah provinsi prioritas. “Untuk OMC harian kami juga melakukan dua cara yaitu semai NACL maupun semai dry ice ataupun es kering sebanyak enam sorti,” kata Berton dalam konferensi pers, Kamis (22/10/2026).
Di Sumatera, penanganan karhutla difokuskan pada tiga provinsi, yakni Sumatera Selatan, Riau, dan Jambi. Satgas udara melakukan pemadaman melalui water bombing, patroli udara, serta OMC. Di Sumatera Selatan, pelaksanaan OMC dilakukan melalui enam sorti dengan penyemaian 4.000 kilogram (kg) dry ice dan 800 kg garam. Penyemaian tersebut menyasar Palembang, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Ogan Ilir.
Baca Juga
Kadin Dukung Sanksi Perusahaan Pemicu Karhutla, Minta Penegakan Hukum yang Jelas!
Sementara itu, OMC di Riau telah berakhir pada 25 September 2026 setelah hujan turun secara alamiah. Adapun pelaksanaan OMC di Jambi masih terkendala kondisi pertumbuhan awan hujan yang kurang mendukung.
Penanganan karhutla di Kalimantan juga terus dilakukan di Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat. Sebanyak 34 armada udara telah dikerahkan untuk mendukung water bombing, patroli udara, dan OMC di ketiga provinsi tersebut.
Kalimantan Tengah menjadi salah satu wilayah prioritas karena memiliki luasan lahan terbakar paling banyak dan kondisi kabut asap paling parah. Untuk mempercepat penanganan, BNPB mengombinasikan OMC hujan buatan dengan penyemaian dry ice. “OMC untuk percepatan penanganan karhutla di Kalimantan Tengah dilaksanakan OMC hujan buatan dan diperkuat dengan OMC dry ice,” ujar Berton.
Baca Juga
Bahlil Soroti Penyaluran BBM Subsidi Tak Tepat Sasaran, Kendaraan Tambang Masih Ikut Antre
Di Kalimantan Tengah, BNPB melaksanakan sembilan sorti dengan penyemaian 4.400 kg dry ice dan 3.800 kg garam. Menurut Berton, penyemaian kedua bahan tersebut menjadi bagian penting dari upaya penanganan karhutla di wilayah tersebut.
Berton menyebut penerapan OMC dry ice di Kalimantan Tengah telah meningkatkan jarak pandang yang teramati di Pangkalan TNI AU Iskandar atau Lanud Iskandar (IKR). Jarak pandang yang sebelumnya hanya 200 meter meningkat menjadi 2.500 meter pada Kamis siang.
OMC di Kalsel dan Kalbar
Selain Kalimantan Tengah, BNPB juga melaksanakan OMC di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Barat menggunakan metode penyemaian garam. Di Kalimantan Selatan, OMC dilakukan melalui dua sorti dengan penyemaian 2.000 kg garam hingga 21 Oktober 2026. Wilayah yang menjadi sasaran meliputi Tapin, Banjar, Barito Kuala, dan Kotabaru.
Baca Juga
Dudung Minta Masyarakat Tak Termakan Isu Seakan Pemerintah Tak Atasi Karhutla
Sementara itu, OMC di Kalimantan Barat dilaksanakan melalui dua sorti dengan penyemaian 1.800 kg garam. Operasi tersebut menyasar wilayah Ketapang dan Kayong Utara.
Berton mengatakan jumlah sorti di Kalimantan Barat telah dikurangi seiring dengan semakin kecilnya luasan lahan yang terbakar. “Untuk Kalimantan Barat di mana memang lokasinya jumlah untuk lahan terbakarnya sudah semakin kecil sehingga sorti pun kami berkurang,” ucap Berton.
