Beri Kemudahan Visa Pelajar ke Australia, Optimalisasi IA-CEPA dan DCA Didorong
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong optimalisasi kerja sama ekonomi Indonesia–Australia melalui Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA), penguatan kerja sama pertahanan melalui Defence Cooperation Agreement (DCA), serta kemudahan akses visa bagi warga Indonesia.
Hal tersebut disampaikan Ibas dalam pertemuan dengan Tim Watts, Ketua Kelompok Persahabatan Parlemen Australia–Indonesia, untuk membahas penguatan hubungan bilateral kedua negara.
Ibas menilai, berbagai instrumen kerja sama yang telah disepakati Indonesia dan Australia perlu diterjemahkan menjadi program konkret yang memberikan manfaat bagi perekonomian, keamanan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.
Dalam bidang ekonomi, ia menekankan pentingnya mengoptimalkan IA-CEPA untuk memperluas perdagangan, meningkatkan investasi, memperkuat kemitraan dunia usaha, serta membuka peluang bagi produk dan pelaku usaha Indonesia untuk memasuki pasar Australia.
Menurut Ibas dalam siaran persnya, Selasa (20/10/2026), kerja sama tersebut perlu didukung penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pengembangan industri bernilai tambah, serta peningkatan kompetensi tenaga kerja Indonesia. Kolaborasi juga dapat diperluas ke sektor pendidikan, ekonomi kreatif, teknologi, inovasi, dan penelitian.
Di bidang pertahanan dan keamanan, Ibas mendorong penguatan komunikasi dan kepercayaan strategis melalui DCA. Kerja sama tersebut dinilai perlu dilandasi penghormatan terhadap kedaulatan, kepentingan nasional, dan prinsip hubungan bertetangga yang baik untuk mendukung stabilitas kawasan.
Selain ekonomi dan pertahanan, pertemuan tersebut membahas penguatan hubungan antarmasyarakat melalui peningkatan interaksi parlemen, pertukaran generasi muda, serta kerja sama pendidikan.
Tim Watts menyampaikan pentingnya komunikasi rutin dan berkelanjutan antara parlemen Australia dan Indonesia. Ia juga mendorong kunjungan timbal balik antarkomite parlemen, termasuk yang membidangi urusan luar negeri dan kerja sama antarparlemen.
Baca Juga
Pasokan Rumah Australia Berpotensi Kurang 262.000 Unit hingga 2029
Soroti Kendala Visa Pelajar
Dalam pertemuan tersebut, Ibas juga menyoroti kendala yang dihadapi pelajar Indonesia untuk menempuh pendidikan di Australia, terutama terkait persyaratan pembuktian kemampuan finansial, biaya awal pendidikan, dan pembayaran asuransi.
Anggota DPR RI Iman Adinugraha turut menyampaikan bahwa kewajiban menyediakan dana di muka dan membayar asuransi sebelum memperoleh penggantian biaya beasiswa dapat menjadi hambatan bagi calon mahasiswa Indonesia.
Iman berharap komunikasi antarlembaga parlemen dapat membantu mendorong pembahasan mengenai akses pendidikan yang lebih luas bagi pelajar dan akademisi Indonesia.
Menanggapi hal tersebut, Tim Watts mengakui bahwa persoalan visa pelajar kerap menjadi perhatian. Ia menjelaskan, Australia menerapkan sistem visa yang berlaku secara umum bagi berbagai negara sehingga ketentuannya tidak mudah disesuaikan untuk setiap kelompok pemohon.
Tim Watts juga menyebutkan adanya program yang mendorong universitas Australia mendukung mahasiswa dari kawasan ASEAN, termasuk Indonesia. Menurutnya, mobilitas pelajar merupakan bagian penting dari hubungan bilateral kedua negara.
Ia menambahkan, sistem migrasi Australia masih menghadapi tekanan akibat tingginya jumlah permohonan setelah pandemi Covid-19. Kondisi tersebut diharapkan berangsur stabil dalam beberapa tahun mendatang.
Ibas mendorong agar persoalan persyaratan dan biaya visa terus dibahas melalui komunikasi konstruktif dengan pihak terkait di Australia. Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung proses yang lebih transparan dan efisien tanpa mengabaikan ketentuan imigrasi yang berlaku.
Ia menilai, kemudahan mobilitas sesuai kategori perjalanan dapat memperluas peluang pendidikan, bisnis, penelitian, pariwisata, dan pertukaran budaya sekaligus memperkuat hubungan jangka panjang kedua negara.
Baca Juga
BUMI Tuntaskan Akuisisi 100% Saham Loyal di Australia, Bagaimana Prospek Sahamnya?
Perkuat Diplomasi Parlemen
Ibas menegaskan, parlemen memiliki peran dalam mengawal pelaksanaan kerja sama bilateral, memperkuat dialog antarlembaga, serta memastikan berbagai kesepakatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Tim Watts menyampaikan komitmennya untuk mendorong peningkatan kerja sama parlemen melalui komunikasi dengan pimpinan parlemen dan Menteri Luar Negeri Australia. Interaksi yang lebih rutin diharapkan dapat memperdalam pemahaman dan kepercayaan antara kedua negara.
Pertemuan tersebut juga diwarnai pertukaran cinderamata berupa batik dan songket sebagai simbol persahabatan dan pengenalan budaya Indonesia.
Ibas berharap penguatan diplomasi parlemen dapat berjalan beriringan dengan kerja sama ekonomi, pertahanan, pendidikan, dan pengembangan sumber daya manusia untuk membangun hubungan Indonesia–Australia yang produktif dan saling menguntungkan.
