Evaluasi Sekolah Rakyat, Gus Ipul Janji Perbaiki Tata Kelola hingga Kurangi Kekurangan Guru
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau yang akrab disapa Gus Ipul menyatakan komitmen Kementerian Sosial untuk terus membenahi tata kelola, pengawasan, serta memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam penyelenggaraan Sekolah Rakyat di berbagai daerah.
Hal tersebut diungkapkan Gus Ipul saat melakukan kunjungan kerja dan evaluasi ke Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 4 DKI Jakarta pada Minggu (11/10/2026) malam.
"Secara umum dapat saya sampaikan bahwa proses pembelajaran telah berjalan dengan baik, meskipun masih banyak kekurangan-kekurangan, dan kami juga harus terus memperbaiki tata kelola, pengawasan, sekaligus mencukupi kekurangan tenaga pendidik seperti guru, wali asrama, dan wali asuh," ujar Gus Ipul dikutip dari siaran pers.
Dalam arahannya, Gus Ipul memaparkan bahwa saat ini Sekolah Rakyat telah menampung lebih dari 44.000 siswa di 182 titik di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, sebanyak 93 titik telah menempati gedung permanen, sementara sisanya masih menggunakan fasilitas sementara sembari menunggu proses pembangunan selesai.
"Khusus untuk gedung permanen itu kapasitasnya mencapai lebih dari 2 ribu siswa setiap titik nantinya, jenjang SD, SMP, dan SMA," jelasnya.
Baca Juga
Target Sekolah Rakyat Dipangkas 63%, dari 100 Jadi 37 Unit Imbas Anggaran 2027 Seret
Gus Ipul juga menyoroti karakteristik siswa Sekolah Rakyat yang sangat beragam, mengingat mereka dijaring dari keluarga prasejahtera kategori desil 1 dan desil 2 berdasarkan data sosio-ekonomi, tanpa melalui tes akademik konvensional. Setelah proses penjangkauan dan penetapan, para calon siswa kemudian melalui tahap pemeriksaan kesehatan.
Beragamnya latar belakang budaya, pola asuh, dan kebiasaan para siswa, menurut Gus Ipul, menghadirkan tantangan tersendiri bagi para kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan. Oleh karena itu, pendekatan yang diterapkan tidak hanya berfokus pada aspek akademik semata, tetapi juga mengintegrasikan layanan rehabilitasi dan dukungan psikososial.
"Maka dari itu dalam proses pembelajarannya, di samping kita melakukan pendekatan edukatif, tapi juga memberikan pendekatan rehabilitasi bagi siswa-siswa yang memerlukan layanan psikososial," terangnya.
Kendati dihadapkan pada berbagai tantangan transisional, Gus Ipul mengapresiasi capaian para siswa yang berhasil menorehkan ribuan prestasi membanggakan di tingkat kecamatan, kabupaten/kota, nasional, hingga internasional sepanjang tahun 2025 dan 2026 berkat pendampingan yang intensif.
"Namun demikian banyak potensi yang ketika menemukan satu pendampingan yang tepat, banyak prestasi yang sudah diraih," pungkasnya.
