APERSI Salurkan Bantuan Bencana NTT ke 9 Titik, Siapkan 1.500 Paket Tahap II
JAKARTA, investortrust.id - Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan dan Permukiman Seluruh Indonesia (DPP APERSI) menuntaskan penyaluran bantuan tahap pertama bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Melalui program APERSI Peduli Bencana NTT, bantuan tahap pertama yang awalnya ditargetkan menyasar enam titik diperluas menjadi sembilan titik lokasi bencana.
Wakil Ketua Umum APERSI Adi Dharma mengatakan, perluasan distribusi dilakukan berdasarkan pemetaan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan.
"Rencananya hanya disalurkan di 6 titik, namun kita berhasil memperluas menjadi 9 titik distribusi dengan cara pemetaan kebutuhan dan kondisi aktual di lapangan," ujar Adi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/8/2026).
Baca Juga
Ara Minta Pengurus Baru Apersi Perkuat Gotong Royong Wujudkan Target Perumahan Rakyat
Distribusi bantuan mencakup Kampung Wudi, Gapong, Gumbang, Waepesi, dan Ngorang di Kabupaten Manggarai, serta Kampung Saterteu di Kabupaten Manggarai Timur dan sejumlah titik lainnya.
Adi mengatakan, kondisi masyarakat terdampak masih membutuhkan dukungan. Sebagian warga disebut belum berani kembali tidur di dalam rumah setelah gempa berkekuatan 7,7 SR yang diikuti lebih dari 4.000 gempa susulan.
Warga kemudian memilih mendirikan tenda secara mandiri di halaman rumah maupun area terbuka. Kondisi tersebut menjadi pertimbangan APERSI dalam menentukan lokasi distribusi dan jenis bantuan yang diberikan.
Hingga rapat evaluasi pada 22 Agustus 2026, dana yang dihimpun APERSI mencapai sekitar Rp250 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp100 juta telah digunakan untuk penyaluran bantuan tahap pertama.
"Evaluasi terhadap pelaksanaan tahap pertama juga menghasilkan sejumlah perbaikan untuk memastikan bantuan berikutnya lebih mudah diterima dan langsung memberikan manfaat kepada keluarga terdampak," kata Adi.
Untuk tahap berikutnya, APERSI akan mengemas bantuan dalam paket individual menggunakan goodie bag atau totebag dengan nilai sekitar Rp100.000 hingga Rp150.000 per paket.
Paket tersebut akan memprioritaskan kebutuhan hygiene kit, seperti pasta gigi, sabun, sampo, handuk, dan pembalut, serta kebutuhan sembako.
Baca Juga
Siapkan 1.500 Paket Bantuan
Ketua APERSI NTT Thomas Lay mengatakan, setelah menyelesaikan penyaluran tahap pertama, APERSI kini mempersiapkan bantuan tahap kedua dengan target sekitar 1.500 paket.
Distribusi tahap kedua akan menyasar Kabupaten Ende, Sikka, dan Nagekeo. Masing-masing kabupaten ditargetkan memperoleh 500 paket bantuan.
"Ketiga wilayah tersebut dipilih berdasarkan pertimbangan tingginya jumlah kerusakan rumah akibat bencana," ujar Thomas.
Dengan memperhitungkan penyaluran tahap pertama, APERSI menargetkan keseluruhan rangkaian bantuan dapat menjangkau sekitar 2.500 keluarga terdampak bencana.
Penyaluran tahap kedua ditargetkan berlangsung pada awal September 2026. Waktu pelaksanaan final akan disesuaikan dengan arahan Ketua Umum APERSI dan kesiapan kondisi di lapangan.
Adi mengatakan, program APERSI Peduli Bencana NTT merupakan bentuk komitmen organisasi untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana.
"APERSI berharap dukungan dari para mitra, DPD APERSI, anggota, serta seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat NTT dapat terus mengalir sehingga bantuan tahap kedua dapat terlaksana secara optimal dan memberikan manfaat nyata bagi keluarga terdampak bencana," pungkasnya.
