Usung Semangat "Aksi Nyata Untuk Indonesia", Ini 4 Penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII 2026
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Penghargaan Achmad Bakrie kembali digelar tahun ini untuk ke-22 kalinya sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi putra-putri terbaik Indonesia di berbagai bidang. Sejalan dengan semangat peringatan 84 tahun Bakrie Group, Penghargaan Achmad Bakrie XXII tahun 2026 mengangkat semangat “Aksi Nyata Untuk Indonesia”.
Semangat tersebut tercermin dalam perjalanan dan kontribusi para penerima penghargaan yang menghadirkan karya, pemikiran, inovasi, dan dedikasi nyata bagi Indonesia. Penghargaan Achmad Bakrie XXII tahun 2026 diberikan kepada empat tokoh dari berbagai bidang. Pertama, Josaphat Tetuko Sri Sumantyo untuk bidang Sains & Teknologi. Josaphat merupakan ilmuwan Indonesia pelopor teknologi Circularly Polarized Synthetic Aperture Radar (CP-SAR) dan penginderaan jauh gelombang mikro untuk pesawat tanpa awak (drone), pesawat terbang, high altitude platform system (HAPS), dan microsatellite yang telah diadopsi oleh industri dan institusi kedirgantaraan dunia.
Kedua, Ika Dewi Ana untuk bidang Kesehatan. Ika merupakan pelopor rekayasa jaringan dan biokeramik medis di Indonesia, pencipta Gama-CHA, bone graft berbasis karbonat apatit pertama di Indonesia, yang telah mendapat izin edar Kemenkes dan diproduksi massal sebagai solusi mandiri regenerasi jaringan. Ketiga, Haedar Nashir untuk bidang Pemikiran Sosial. Haedar merupakan intelektual Indonesia Penggerak Moderasi dan Islam Berkemajuan.
Keempat, Butet Kartaredjasa untuk bidang Seni & Budaya. Butet merupakan seniman lintas disiplin yang menjadikan seni sebagai ruang kebebasan berpikir, kritik sosial, dan ekspresi. Dari panggung monolog hingga kanvas, karya-karyanya terus menemukan cara untuk berbicara, menginspirasi, dan memberi makna bagi masyarakat.
Baca Juga
Penghargaan Achmad Bakrie XXI 2025 Beri Apresiasi 5 Sosok Inspiratif
Diselenggarakan oleh Bakrie Group, Bakrie Untuk Negeri, dan Freedom Institute, Penghargaan Achmad Bakrie menjadi bagian dari komitmen untuk terus memberikan penghormatan kepada individu-individu Indonesia yang konsisten memberikan kontribusi melalui ilmu pengetahuan, pemikiran, inovasi, seni, dan pengabdian kepada masyarakat.
Ketua Umum Panitia Pelaksana Penghargaan Achmad Bakrie XXII Aninditha Anestya Bakrie mengatakan, penghargaan ini terus dijaga sebagai ruang apresiasi bagi tokoh-tokoh Indonesia yang memberikan kontribusi nyata.
“Selama lebih dari dua dekade, Penghargaan Achmad Bakrie terus menjadi bagian dari upaya kami untuk memberikan apresiasi kepada mereka yang dengan integritas, dedikasi, dan karya nyata turut membangun Indonesia,” ujar Ditha dalam acara Ramah Tamah bersama Keluarga Bakrie dan para penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII di Bakrie Tower, Kawasan Rasuna Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (25/8/2026).
Ditha menjelaskan, sejak pertama kali diselenggarakan pada 2003, Penghargaan Achmad Bakrie telah menjadi salah satu bentuk apresiasi terhadap karya dan dedikasi yang memberikan dampak luas bagi Indonesia.
"Tahun ini, kami kembali mempertemukan sosok-sosok dari berbagai bidang yang menunjukkan bahwa kontribusi untuk bangsa dapat hadir melalui banyak jalan," ungkap Ditha.
Sementara itu, Ketua Dewan Juri Penghargaan Achmad Bakrie XXII Sofia W. Alisjahbana mengungkapkan bahwa para penerima tahun ini merepresentasikan kontribusi yang lahir dari berbagai disiplin ilmu dan bentuk ekspresi.
“Penghargaan Achmad Bakrie bukan hanya tentang pencapaian seseorang di bidangnya, tetapi juga tentang bagaimana ilmu, pemikiran, inovasi, dan karya tersebut memberikan manfaat yang lebih luas. Para penerima tahun ini menunjukkan bahwa dedikasi yang konsisten dapat melahirkan dampak yang melampaui batas bidang dan generasi” jelas Sofia.
Lebih lanjut, Sofia menyebut, proses pemilihan penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII dilakukan melalui proses kurasi oleh dewan juri yang terdiri atas tokoh-tokoh dengan latar belakang keilmuan, pengalaman, dan kepakaran yang beragam. Di antaranya adalah Guru Besar bidang Teknik Kimia Universitas Gadjah Mada dengan kepakaran di bidang energi dan tekno ekonomi Panut Mulyono, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Henri Togar Hasiholan Tambunan, Akademisi dan birokrat yang memiliki kontribusi di bidang pendidikan dan kesehatan masyarakat Fasli Jalal, Direktur Eksekutif CSIS Yose Rizal Damuri, Aktivis perempuan dan kemanusiaan serta salah satu pendiri Freedom Institute Nong Darol Mahmada, serta Analis Politik dan Kebijakan Publik Universitas Bakrie Muhammad Tri Andika yang juga merupakan anggota dan sekretaris dewan juri.
Baca Juga
Atas Jasa-jasanya, Lima Tokoh Ini Dianugerahi Penghargaan Achmad Bakrie XX 2024
Sofia menambahkan, keempat penerima Penghargaan Achmad Bakrie XXII merepresentasikan semangat “Aksi Nyata Untuk Indonesia” melalui bidang dan kontribusi yang berbeda. Semangat tersebut sejalan dengan nilai-nilai Trimatra Bakrie, yaitu Ke-Indonesiaan, Kemanfaatan, dan Kebersamaan, yang menjadi landasan dalam menjalankan kontribusi nyata bagi bangsa dan masyarakat.
"Dari pengembangan teknologi kedirgantaraan, inovasi kesehatan, pemikiran sosial, hingga karya seni, kontribusi mereka menunjukkan bagaimana Ke-Indonesiaan diwujudkan melalui karya, Kemanfaatan dihadirkan melalui dampak yang diberikan, dan Kebersamaan dibangun melalui kontribusi yang memberi makna bagi masyarakat," terang Sofia.
Sebagai tambahan informasi, Malam Penganugerahan Penghargaan Achmad Bakrie XXII akan diselenggarakan pada Rabu, 26 Agustus 2026 di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat. Malam penganugerahan akan dipandu oleh Andromeda Mercury dan Anna Thealita. Acara juga akan menghadirkan penampilan spesial dari Prinsa Mandagie dan Moluccan Soul. Turut hadir dalam kesempatan tersebut Aburizal Bakrie bersama sang istri Tatty Murnitriati.
