Mensesneg Bantah Isu Prabowo Tunjuk Haji Isam Jadi Koordinator Penanganan Karhutla Kalimantan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi membantah kabar yang menyebut Presiden Prabowo Subianto menunjuk pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam menjadi koordinator penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan. Bantahan itu disampaikan Pras, sapaan Prasetyo Hadi menjawab pertanyaan wartawan seusai acara akad nikah Kepala Sekretaris Pribadi Presiden Prabowo Subianto, Rizky Irmansyah dan Chika Yenalovi di JCC, Senayan, Jakarta, Minggu (23/8/2026).
"Tidak ada, tidak benar itu," kata Pras dikutip dari Antara.
Baca Juga
Kemenhub Fasilitasi 35 Izin Pesawat Asing untuk Tangani Karhutla
Sebelumnya, beredar isu yang menyebut Presiden Prabowo menunjuk Haji Isam memimpin operasi penanganan karhutla di wilayah Kalimantan.
Pras menegaskan memang semua pihak diminta untuk ikut membantu dalam upaya penanganan karhutla yang terjadi di sejumlah wilayah di Sumatera dan Kalimantan. Namun, Pras menepis isu Haji Isam ditunjuk menjadi koordinator penanganan karhutla.
"Bahwa semua pihak diminta ikut membantu, iya, tetapi kalau menjadi koordinator itu tidak, karena kewenangannya bukan di situ," katanya.
Terkait penanganan karhutla, Mensesneg mengatakan pemerintah pusat sudah menunjuk sejumlah pejabat setingkat menteri untuk menangani karhutla di sejumlah wilayah prioritas penanganan.
Pemerintah sendiri sebelumnya tengah meningkatkan upaya pengendalian dan penanganan karhutla di Kalimantan dan Sumatera dengan mengerahkan 12.880 personel untuk upaya pemadaman, operasi modifikasi cuaca (OMC), dan pemantauan kualitas udara.
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus dan pengawasan ketat pada enam provinsi prioritas rawan karhutla, yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Baca Juga
IHSG Hari Ini Ditutup Anjlok 0,86%, Tekanan Datang dari Saham BYAN hingga Emiten Haji Isam
Presiden Prabowo sendiri telah memimpin rapat penanganan karhutla di Kalimantan, termasuk berkoordinasi dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Kalteng pada Sabtu (22/8/2026).
Salah satu arahan yang disampaikan adalah memberikan bantuan tambahan alat dan fasilitas pendukung pemadaman termasuk empat helikopter pengebom air atau water bombing, pompa air 100 unit, APD 2.000 unit, cangkul gepyok, sumur bor, dan selang air.

