Menhan Sjafrie Undang China Ikut Latihan Bersama 'Heping Garuda'
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Menteri Pertahanan (Menhan), Sjafrie Sjamsoeddin mengungkapkan, Indonesia terus memperkuat kerja sama pertahanan dengan China. Salah satunya melalui rencana melibatkan Angkatan Bersenjata China (PLA) dalam latihan bersama Heping Garuda.
Sjafrie mengatakan kerja sama kedua negara juga akan diperluas ke sektor industri pertahanan. Menurutnya, langkah tersebut menjadi bagian dari pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia saat ini dan ke depan.
“Kami juga akan terus meningkatkan kerja sama di bidang industri pertahanan antara Indonesia dan Tiongkok. Ini merupakan suatu langkah maju yang dilakukan di era pembangunan kekuatan pertahanan Indonesia saat ini dan di masa yang akan datang,” ujar Sjafrie saat menerima Menteri Pertahanan (Menhan) China, Laksamana Dong Jun di Kantor Kemenhan, Jumat (21/8/2026).
Ia juga mengundang Angkatan Bersenjata China untuk kembali terlibat dalam latihan bersama Heping Garuda. Latihan tersebut menjadi salah satu bentuk konkret hubungan antara TNI dan Angkatan Bersenjata China (PLA).
“Kami juga mengundang Angkatan Bersenjata Tiongkok untuk ikut serta di dalam latihan bersama seperti Hepping Garuda yang merupakan salah satu bentuk konkret hubungan antara Tentara Nasional Indonesia dan Angkatan Bersenjata Republik Rakyat Tiongkok,” tegasnya.
Baca Juga
Menhan China Ajak Indonesia Kerja Sama Lawan 'Niat Jahat' Kekuatan Asing
Program latihan Heping Garuda
Heping Garuda merupakan program latihan bersama TNI dan PLA. Latihan tersebut terakhir digelar TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut China pada 2024 dan dibahas dalam pertemuan koordinasi antarangkatan laut di Beijing pada 28-31 Oktober 2024.
Sjafrie menambahkan, peningkatan kerja sama pertahanan dengan China tidak hanya menyangkut materiil. Pemerintah juga akan memperkuat kerja sama dalam peningkatan kemampuan personel.
“Kami akan terus bekerja sama tidak hanya secara formal, tapi kita terus akan meningkatkan hubungan secara informal,” ujarnya.
Sementara itu, Menhan Dong Jun menilai hubungan Indonesia dan China memasuki titik awal baru di bawah kepemimpinan Presiden Xi Jinping dan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut kedua negara memiliki kepentingan bersama dalam menjaga keamanan dan pembangunan kawasan.
“Kita memikul tanggung jawab bersama dan tepat saatnya untuk mempererat kerja sama pertahanan. Memberikan lebih banyak kestabilan dan kepastian kepada dunia yang penuh perubahan dan gejolak,” tutupnya.

