Qodari: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Bencana Gempa NTT
JAKARTA, investortrust.id – Kepala Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah Muhammad Qodari menegaskan pemerintah bergerak cepat dan terus memperkuat koordinasi dalam menangani dampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Jajaran pemerintah pusat telah berada di lokasi sejak hari pertama bencana terjadi.
“Pemerintah bertindak dengan cepat pada hari kejadian, langsung mengirimkan bantuan, juga menugaskan menteri-menteri, wakil menteri untuk segera ke lokasi, ke lapangan, dan koordinasi terus dilakukan,” kata Qodari di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Baca Juga
Dijelaskan, pemerintah menyiapkan dua tahapan utama dalam penanganan situasi darurat. Tahap pertama fokus pada penanganan dan pemenuhan kebutuhan korban terdampak.
Selanuutnya, tahap kedua mencakup rehabilitasi dan rekonstruksi, termasuk pemulihan infrastruktur serta fasilitas dasar seperti telekomunikasi dan transportasi.
“Tahap yang pertama fokus kepada penanganan korban. Kemudian, penanganan infrastruktur, fasilitas mendasar seperti telekomunikasi, transportasi. Dan Alhamdulillah pada hari ini tertangani dengan baik,” ucap Qodari.
Komitmen pemerintah dalam menangani dampak bencana juga ditunjukkan pada peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Senin (17/8/2026). Sejumlah menteri, wakil menteri, dan kepala lembaga melaksanakan upacara peringatan kemerdekaan di wilayah terdampak bencana, sekaligus memastikan penanganan di lapangan terus berjalan.
Pada hari yang sama, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno meninjau langsung lokasi pengungsian terpusat warga terdampak di Lapangan Pendidikan Barangkolong, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai.
Selain mendengarkan keluhan dan kebutuhan warga terdampak, Menko PMK memberikan arahan kepada pemerintah daerah untuk segera membentuk satuan tugas (satgas) daerah guna memperkuat koordinasi dan mempercepat penanganan warga terdampak.
“Kami dorong agar satgas daerah segera dibentuk, karena lokasi pengungsian ada di beberapa titik. Selain itu, kami melihat masih ada kebutuhan dasar para pengungsi yang harus dipenuhi,” kata Pratikno.
Sejalan dengan hal tersebut, BNPB memastikan kebutuhan di lokasi pengungsian, mulai dari tenda keluarga, tenda serbaguna, peralatan penunjang, logistik, hingga perlengkapan lainnya, segera dilengkapi.
Baca Juga
Lewat Panggung Kesenian Kemerdekaan, Masyarakat Himpun Donasi Rp2,16 Miliar untuk Bencana NTT
BNPB juga telah berkoordinasi dengan Kementerian Sosial untuk mendukung operasional dapur umum yang akan dikelola oleh Taruna Siaga Bencana (Tagana). Selama berada di pengungsian, warga terdampak akan mendapatkan makanan tiga kali sehari dengan tetap memperhatikan kebutuhan asupan gizi.
Koordinasi dengan Kementerian Kesehatan juga dilakukan untuk menambah tenaga kesehatan dari berbagai wilayah ke NTT. Ketersediaan obat-obatan dan peralatan medis turut diperkuat agar masyarakat terdampak dapat memperoleh pelayanan kesehatan sesuai kondisi dan kebutuhan masing-masing.

