Sejumlah Menteri Prabowo Peringati HUT Ke-81 RI Bersama Warga Terdampak Gempa NTT
JAKARTA, investortrust.id – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan RI akan memiliki makna berbeda bagi sejumlah pejabat dan menteri pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Alih-alih mengikuti upacara di Istana Kepresidenan, mereka akan membagi tugas dan berada di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Keputusan tersebut merupakan bagian dari respons cepat pemerintah pusat atas arahan Presiden Prabowo untuk memastikan penanganan dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,7 berjalan secara langsung dan terkoordinasi di lapangan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno mengatakan, sejumlah pejabat pemerintah pusat akan tersebar di daerah terdampak untuk mengawal penanganan sesuai tugas dan tanggung jawab masing-masing.
Baca Juga
Dirut PLN Tinjau Langsung Keandalan Listrik Peringatan HUT ke-81 RI
Bahkan, mereka akan memperingati Hari Kemerdekaan bersama masyarakat di daerah yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana gempa NTT.
“Kami akan membagi tugas ke lapangan (lokasi terdampak bencana) dan kemudian kita besok akan berupacara tidak di Jakarta, tetapi kita akan ikut berupacara hari ulang tahun kemerdekaan di berbagai daerah (terdampak gempa bumi),” ujar Pratikno seusai rapat koordinasi di Kabupaten Manggarai Barat, NTT, Minggu (16/8/2026).
Menurut Pratikno, kehadiran para pejabat negara di berbagai lokasi terdampak bukan sekadar untuk mengikuti upacara.
Mereka ditugaskan mengawal persoalan-persoalan krusial sekaligus memastikan kebutuhan penanganan bencana di masing-masing wilayah dapat segera direspons.
“Kita bagi tugas ke berbagai daerah untuk mengawal sesuai dengan tupoksi kita, mengawal isu-isu krusial di daerah tersebut. Tapi kami akan terus berkoordinasi walaupun kita di tempat yang berbeda,” katanya.
Langkah tersebut menjadi bagian dari kerja bersama pemerintah yang sejak hari pertama bencana telah bergerak menuju NTT.
Pada malam hari setelah gempa terjadi, Pratikno bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala Basarnas Mohammad Syafii, serta jajaran pimpinan PLN, Pertamina, dan Telkom berangkat ke wilayah terdampak.
Kehadiran tim pemerintah pusat itu ditujukan untuk mengawal penanganan sejak masa tanggap darurat hingga proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Pemerintah juga memperkuat koordinasi melalui jaringan posko terpadu agar bantuan dari berbagai daerah dapat bergerak lebih cepat dan tepat sasaran.
Posko nasional disiagakan untuk mengonsolidasikan pengiriman logistik dari Jakarta dan sejumlah daerah lain melalui Bandara Halim Perdanakusuma sebelum diteruskan ke lokasi bencana.
Sementara itu, posko operasional juga didirikan di Labuan Bajo dan Maumere untuk memperkuat koordinasi langsung dengan pemerintah daerah.
Pratikno menekankan, koordinasi menjadi kunci agar sumber daya pemerintah yang dikerahkan dalam jumlah besar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat di lapangan.
“Pemerintah pusat full team hadir di sini. Kami mendengarkan paparan pimpinan daerah tentang dukungan yang diharapkan dari pemerintah pusat. Dan, kami masing-masing memaparkan apa yang akan dan sudah dilakukan,” ujarnya.
Ia menambahkan, sinkronisasi diperlukan agar seluruh kekuatan pemerintah dalam menghadapi situasi darurat dapat bekerja dalam satu arah, mulai dari penyelamatan warga hingga tahap pemulihan.
“Sinkronisasi ini menjadi sesuatu yang sangat penting agar sumber daya besar pemerintah untuk tanggap darurat serta untuk rehabilitasi dan rekonstruksi ini berjalan sinergis, efektif, dan tepat sasaran,” kata Pratikno.
Tanggap Darurat
Dalam masa tanggap darurat, pemerintah memprioritaskan keselamatan warga sekaligus pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak. Di saat yang sama, perbaikan infrastruktur vital terus dipercepat agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan.
Baca Juga
BNI Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT, Pastikan Layanan Perbankan Tetap Berjalan
“Dalam tahap tanggap darurat ini yang utama tentu saja adalah menyelamatkan dan memenuhi kebutuhan dasar warga yang terdampak, kemudian mengembalikan infrastruktur yang rusak agar segera fungsional, baik jalan, jembatan, rumah sakit, listrik, jaringan internet, dan lain-lain,” pungkas Pratikno.
Dengan demikian, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI bagi para pejabat tersebut tidak hanya menjadi seremoni. Di tengah suasana duka dan perjuangan warga NTT untuk bangkit, perayaan kemerdekaan justru dihadirkan lebih dekat dengan masyarakat yang sedang membutuhkan dukungan dan kehadiran negara.

