21 Bulan Memimpin, Prabowo: Belum Semua Persoalan Tuntas, Tapi Transformasi Terus Berjalan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali berpidato di hadapan Majelis Terhormat untuk menyampaikan laporan capaian kinerja pemerintahannya setelah 21 bulan (663 hari) dilantik bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sejak 20 Oktober 2024.
Dalam pidatonya, Presiden menegaskan komitmennya untuk tetap memegang teguh sumpah jabatan dalam memimpin negara secara tulus, jujur, serta mengutamakan kepentingan seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali.
Selama 21 bulan memimpin, Presiden Prabowo mengungkapkan bahwa roda pemerintahan dijalankan dengan empat pedoman utama, yaitu menjaga dan melaksanakan perintah UUD 1945, melindungi kepentingan inti nasional (core and vital national interests), termasuk mengelola kekayaan bangsa secara optimal demi kemakmuran rakyat, mengatasi kesulitan rakyat dalam waktu sesingkat-singkatnya, dan berorientasi pada masa depan, yakni kepentingan rakyat serta keberlanjutan bagi anak dan cucu bangsa.
Baca Juga
Prabowo Ungkap Sudah Jalankan 121 Kebijakan dalam 663 Hari untuk Selesaikan Masalah Bangsa
Presiden menyampaikan bahwa dalam rentang 663 hari, pemerintahannya telah menetapkan dan menjalankan 121 kebijakan transformatif guna mengurai persoalan bangsa yang telah mengendap berpuluh-puluh tahun.
"Artinya, kita bisa mengatakan bahwa kita telah putuskan satu kebijakan transformatif setiap lima hari," ujar Presiden Prabowo dalam Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Baca Juga
Prabowo Subianto: Tiap 5 Hari Sekali Putuskan Kebijakan Transformatif
Meskipun mengakui belum semua persoalan bangsa tuntas dan janji politik terpenuhi, Presiden optimistis bahwa dengan keberanian, kerja keras, serta gotong royong, masalah-masalah rumit mulai dapat diselesaikan.
Lebih jauh, Presiden memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras para menteri dan jajaran pembantunya di kabinet yang bekerja tanpa kenal lelah. Bahkan hingga ada yang jatuh sakit. Sambil berseloroh, Presiden berjanji akan memberikan lebih banyak waktu istirahat bagi para menterinya di sisa masa jabatannya.

