Target Rampung Juni 2026, BP BUMN Kerahkan 67 Ribu Pekerja Kejar Proyek Sekolah Rakyat
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) terus memacu percepatan pembangunan proyek Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Hingga 24 Mei 2026, proyek strategis yang melibatkan tujuh BUMN Karya ini telah berjalan di 86 lokasi dengan mengerahkan total 67.542 tenaga kerja.
Saat ini, rata-rata progres realisasi fisik di lapangan telah mencapai 62,19 persen. Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian proyek pembangunan fasilitas pendidikan ini dapat rampung sepenuhnya pada 20 Juni 2026.
Langkah taktis percepatan ini menjadi fokus utama dalam pertemuan antara Chief Operating Officer (COO) Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, bersama jajaran Direksi Karya Group di Jakarta, Senin (25/5/2026). Pertemuan tersebut digelar guna memastikan seluruh tahapan konstruksi berjalan sesuai timeline yang ketat.
"Sekolah Rakyat harus menjadi simbol hadirnya negara dalam membuka akses pendidikan yang lebih merata bagi masyarakat," ujar Dony dalam keterangannya, Senin (25/5/2026).
Dony menegaskan proyek ini bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya strategis pemerintah dalam menghadirkan pemerataan akses pendidikan yang inklusif dan layak bagi masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga
Proyek Sekolah Rakyat Tahap II Digeber hingga 20 Juni, Progres Fisik Hampir 50%
Guna mengantisipasi hambatan di lapangan, BP BUMN fokus pada penguatan dukungan pendanaan serta memperketat monitoring progres proyek. Selain itu, BP BUMN juga mendorong penguatan aspek legalitas dan mempererat hubungan kelembagaan dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) demi memperlancar proses eksekusi akhir di lapangan.
Sejumlah strategi juga telah disiapkan untuk menjaga keberlangsungan proyek hingga masa finishing. Salah satunya, BUMN Karya diminta untuk lebih selektif dalam menyaring mitra kerja pihak ketiga.
Dony mendorong BUMN Karya lebih selektif dalam menentukan vendor dan subkontraktor demi menjaga kualitas mutu bangunan. Ia juga menyebut monitoring capaian progres fisik dilakukan secara berkala setiap minggu agar setiap kendala teknis dapat langsung dicarikan solusinya.
"Dukungan pendanaan akan terus diperkuat secara berkala guna menjamin kelancaran arus kas (cash flow) proyek hingga selesai," ujar Dony.
Melalui pengawalan intensif dari BP BUMN dan Danantara, sinergi antar-BUMN Karya ini diharapkan tidak hanya fokus pada kecepatan waktu paruh, tetapi juga memastikan proyek berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi kualitas pendidikan masyarakat luas.

