Tunjangan Guru Kini Cair Tiap Bulan dan Langsung ke Rekening
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan terobosan baru dalam sistem pembayaran tunjangan guru yang kini dilakukan setiap bulan dan langsung ditransfer ke rekening masing-masing guru, tanpa melalui perantara pemerintah daerah lagi.
Kebijakan ini diambil untuk memastikan kesejahteraan guru terjaga dengan lebih efisien. Sebelumnya, tunjangan profesi maupun insentif seringkali dibayarkan per tiga bulan sekali.
“Sekarang itu sudah ditransfer setiap bulan langsung ke rekening guru. Ini saya kira terobosan yang sangat dirasakan nampaknya oleh para guru," ujar Abdul Mu’ti di dalam konferensi pers update PHTC di kantor Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Jakarta, Rabu (6/5/2026).
Baca Juga
Pemerintah Beri Relaksasi Gaji Guru P3K Paruh Waktu bagi 78 Pemda, Berlaku Satu Tahun
Selain kemudahan birokrasi, pemerintah juga menaikkan nominal insentif bagi guru non-ASN yang belum memiliki sertifikasi tunjangan profesi dari Rp300.000 menjadi Rp400.000 per bulan pada tahun 2026. Sedangkan untuk tunjangan profesi guru non-ASN, nominalnya ditingkatkan dari Rp1.500.000 menjadi Rp2.000.000 per bulan. Hal ini merupakan bentuk apresiasi nyata atas dedikasi guru dalam mencerdaskan bangsa.
Pada aspek digitalisasi, Mendikdasmen melaporkan bahwa pemerintah telah menyediakan perangkat Interactive Flat Panel (IFP) atau Panel Interaktif Digital (PID) di 288.865 satuan pendidikan. Untuk mendukung penggunaan alat tersebut di daerah yang sulit sinyal, pemerintah bekerja sama dengan layanan internet Starlink bagi 8.152 sekolah, serta menggandeng PLN untuk melistriki 2.389 sekolah yang belum memiliki akses listrik.
Pemerintah menyadari teknologi digital membutuhkan kompetensi manusia yang mumpuni. Oleh karena itu, para guru dilatih secara intensif agar mampu mengoperasikan perangkat pintar tersebut secara optimal.
“Jangan sampai alatnya smart, tapi gurunya tidak smart. Kalau alatnya smart, gurunya tidak smart, nanti gurunya bisa cemburu," canda Abdul Mu’ti saat menjelaskan pentingnya pelatihan kompetensi pendidik.
Baca Juga
Gubernur Bobby Nasution Instruksikan Gaji Guru di Sumut Naik Berkala Setiap Hardiknas
Materi pembelajaran digital juga kini lebih mudah diakses melalui platform "Rumah Pendidikan". Guru, murid, hingga masyarakat umum dapat mengunduh bahan ajar secara terbuka dan gratis. Selain itu, pemerintah mendorong pengembangan konten pembelajaran lokal yang dibuat oleh para guru, yang nantinya akan dikurasi untuk menjadi bahan ajar nasional.
Realisasi tunjangan guru pada tahun 2025 tercatat melampaui target, dengan total 1.062.387 guru penerima manfaat. Angka ini mencakup Tunjangan Profesi Guru (TPG), Tunjangan Khusus Guru (TKG) bagi mereka di daerah terpencil, hingga Bantuan Subsidi Upah (BSU). Pada tahun 2026, skema baru juga ditambahkan untuk membantu guru-guru yang terdampak bencana alam.
Mendikdasmen menegaskan digitalisasi dan peningkatan tunjangan adalah bagian dari ‘infrastruktur pedagogis’ untuk mendukung sistem pembelajaran modern. Dengan jaminan kesejahteraan dan dukungan perangkat canggih, diharapkan kualitas pengajaran di ruang-ruang kelas akan meningkat secara signifikan.
Hingga saat ini, pendampingan digitalisasi pembelajaran telah dilakukan di ribuan sekolah sebagai bagian dari rencana jangka panjang pemerintah menjangkau lebih dari 140.000 satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Seluruh upaya ini merupakan langkah nyata Presiden Prabowo Subianto dalam memuliakan profesi guru.

