Kemenhub: 107,63 Juta Orang Bakal Lakukan Perjalanan di Libur Nataru, Transportasi Darat Terfavorit
JAKARTA, Investortrust.id - Berdasarkan hasil survey yang sudah dilakukan Kementerian Perhubungan (Kemenhub), sebanyak 39,83% dari total populasi atau 107,63 juta orang akan melakukan perjalanan selama periode libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2023-2024.
Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati mengungkapkan, angka tersebut naik 143% jika dibandingkan Nataru tahun lalu, yakni 44,17 juta orang. Namun, prediksi angka perjalanan tahun ini tersebut belum menyamai jumlah perjalanan sebelum terjadinya pandemi Covid-19.
Baca Juga
Antisipasi Macet Nataru, Pemerintah Terapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Pembatasan Angkutan Barang
“Moda transportasi utama yang digunakan, masyarakat masih memilih kendaraan pribadi. Kendaraan pribadi roda empat akan digunakan oleh 39,97 juta atau sekitar 35,5%, disusul dengan kendaraan roda dua sebanyak 20,14 juta (17,92%),” kata Adita Irawati di Jakarta, Senin (11/12/2023).
Berdasarkan data dari Kemenhub, posisi ketiga ditempati oleh moda angkutan transportasi kereta api, di mana sebanyak 14,79 juta orang (13,16%) diprediksi akan bepergian menggunakan angkutan tersebut. Lalu diikuti oleh pesawat dengan prediksi jumlah penumpang 13,38 juta (11,91%).
Sementara untuk bus menempati posisi kelima dengan prediksi jumlah penumpang 12,29 juta (10,94%). Kemudian ada angkutan penyeberangan dengan 6,78 juta (6,04%), serta kapal laut 3,86 juta (3,44%).
Baca Juga
Adita Irawati menyebut, pada libur Nataru kali ini banyak juga masyarakat yang akan bepergian menggunakan Kereta Cepat Whoosh. Dikatakan ada sekitar 296 ribu orang (0,26%) yang menyatakan akan menggunakan Kereta Cepat untuk melakukan perjalanan selama Nataru.
“Melihat situasi ini tentu perlu disiapkan sarana dan prasarananya. Transportasi jalan sudah disiapkan sarana bus lebih dari 46 ribu unit dan 113 terminal yang diawasi langsung Kemenhub. Lalu untuk transportasi laut lebih dari 1.300 unit kapal serta 110 pelabuhan laut,” papar Adita Irawati.
Lebih lanjut Adita Irawati menyampaikan, pelabuhan di Indonesia Timur akan menjadi perhatian utama. Karena meskipun daerah asal penumpang banyak yang dari Jawa, tetapi secara persentase peningkatan justru paling banyak di Timur, seperti di Provinsi Papua, Papua Barat, dan Maluku Utara.
“Transportasi kereta api akan ada 1.738 kereta api yang dikelola oleh 9 Daop dan 4 Divre. Sementara transportasi penyeberangan disediakan 206 unit kapal dengan prasarana yang sangat detail sampai dengan dermaga-dermaganya,” sebutnya.
Sementara untuk transportasi udara, Adita menjelaskan, mengingat demand penerbangan semakin tinggi, sarana dan prasarana akan dimaksimalkan dengan menyiapkan 444 unit pesawat dan 51 bandara. (CR-8)

