Target Harga Saham dan Laba Vale (INCO) Dipangkas, Ini Faktor Penekan
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sucor Sekuritas memangkas turun target harga saham PT Vale Indonesia Tbk (INCO), seiring dengan estimasi penurunan volume penjualan nikel sesuai dengan RKAB. Hal ini juga berimbas terhadap revisi turun peningkatan kinerja perseroan.
Sucor Sekuritas memangkas turun target harga saham INCO dari Rp 7.500 menjadi Rp 6.800 dengan rekomendasi beli tetap dipertahankan. Valuasi didasarkan pada metode SOTP berbasis DCF, dengan asumsi harga nikel LME rata-rata US$ 15.500 per ton, WACC 11,8%, serta tanpa nilai terminal setelah 2045.
Baca Juga
Vale Indonesia (INCO) Bukukan Laba Bersih US$ 76,1 Juta di 2025, Naik 32%
Analis Sucor Sekuritas Andreas Yordan Tarigan mengatakan, untuk 2026, proyeksi penjualan bijih saprolit direvisi turun menjadi 6 juta ton dari sebelumnya 17 juta ton, mencerminkan keterbatasan alokasi produksi akibat RKAB. Di sisi lain, asumsi harga nikel LME dinaikkan menjadi US$ 17.000 per ton dari sebelumnya US$ 15.000 per ton.
“Dengan penyesuaian tersebut, proyeksi pendapatan INCO diturunkan 22% menjadi US$ 1,2 miliar, meski masih tumbuh 14% yoy. Sementara itu, estimasi laba dipangkas 43% menjadi US$ 114 juta atau hanya mencerminkan kenaikan 31% yoy,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan di Jakarta, belum lama ini.
Saat ini, dia mengatakan, INCO berencana mengajukan kembali RKAB, yang dinilai menjadi katalis utama untuk mendorong peningkatan volume ke depan. Peningkatakan volume juga diharapkan menjadi sentimen positif terhadap pergerakan harga sahamnya ke depan.
Baca Juga
Paus Leo XIV Serukan Perdamaian Global: "Jangan Gunakan Tuhan untuk Benarkan Perang”
Terkait kinerja keuangan INCO, Sucor Sekuritas menyebutkan, terjadi perlambatan akibat tekanan biaya operasional yang lebih tinggi. Perseroan membukukan laba sebesar US$ 23,6 juta pada kuartal IV-2025, turun 13% secara kuartalan (qoq) namun melonjak 255% secara tahunan (yoy).
Adapun sepanjang 2025, laba INCO mencapai US$ 76,1 juta atau tumbuh 32% yoy. Pendapatan bersih menguat 4% dari US$ 950 juta menjadi US$ 990 juta. Pada kuartal IV-2025, perseroan membukukan pendapatan US$ 288,8 juta, naik 2% qoq dan 18% yoy, ditopang pengiriman nickel matte yang berkelanjutan serta tambahan kontribusi bijih saprolit.

