Saham Batubara Mulai Membara Jelang Akhir Tahun, Berikut Daftar Saham Pilihan Teratas
JAKARTA, Investortrust.id – Prospek saham emiten batubara menunjukkan potensi penguatan menjelang akhir tahun. Potensi tersebut juga terlihat dari peningkatan permintaan dan penguatan harga komoditas tersebut dalam beberapa pekan terakhir.
Analis BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan mengatakan, harga jual batubara telah mulai pulih setelah mencapai level terendah. Berdasarkan data Newcastle harga jual batubara telah naik menjadi US$ 160 per ton pada Agustus atau menguat 28% dari Juni 2023.
Baca Juga
Jual 32,62 Juta Ton Batubara, Adaro Energy (ADRO) Raup Laba Inti US$ 1,02 Miliar
Begitu juga dengan harga benchmark batubara di Cina telah naik ke level US$ 106 per ton atau menguat 12% dari posisi terendahnya Juni 2023. Begitu juga dengan harga jual batubara di dalam negeri telha naik menjadi US$ 72 per ton atau menguat 8$ dari harga terendah Juni 2023.
“Peningkatan harga jual batubara ini kemungkinan dipicu atas lonjakan harga minyak dalam beberapa hari terakhir. Sedangkan kenaikan harga batubara di Cina dan Indonesia dipengaruhi atas peningkatan permintaan,” tulisnya dalam riset yang diterbitkan, kemarin.
Terkait volume penjualan batubara, riset tersebut menyebutkan, telah terjadi peningkatan 14% terhitung sejak awal tahun hingga Agustus 2023. Pertumbuhan tersebut yang terbesar setelah pandemic Covid-19 dan rata-rata peningkatan penjualan selama lima tahun sebelum pandemi.
Baca Juga
Kenaikan volume penjualan terbesar didukung peningaktan impor batubara dari Cinamencapai 101$ hingga Agustus 2023, dibandingkan periode sama tahun lalu yang mengalami penurunan drastis. Sedangkan permintaan impor dari India relatif bertumbuh tipis mencapai 5%. Sebaliknya permintaan impor batubara dari Eropa dan Asia utara berkontraksi masing-masing 28% dan 5%.
BRI Danareksa Sekuritas mecatatkan bahwa Indonesa dan Australia memimpin pertumbuhan volume ekspor terbesar masing-masing 18% dan 10% hingga Agustus 2023. Ternyata Rusia juga mencatatkan lompatan ekspor batubara mencapai 14%, meskipun negara tersebut dijatuhkan sanksi perdagangan dunia.
“Kami melihat bahwa secara keseluruhan pasar batubara sampai Agustus 2023 berjalan dengan baik dengan harga menunju normalisasi sebelum pandemic,” tulisnya.
Baca Juga
Bertambah 2 Emiten Listing, Rekor IPO Terbanyak Pecah Pekan Ini
Selain faktor tersebut, dia mengatakan, keinginan Cina untuk meningkatakan volume impor batubara, seiring dengan indikasi aktivitas pabrik mulai menggeliat menjadi sentiment positif terhadap sektor ini. Apalagi stok batubara Cina sudah kembali normal dalam rata-rata lima tahun terakhir.
Berbagai faktor tersebut mendorong BRI Danareksa Sekuritas memberikan pandangan positif segmen batubara pada kuartal terakhir tahun ini. Diperkirakan kecenderungan peningkatan permintaan dan harga batubara menjelang akhir tahun.
Baca Juga
Hal ini mendorong BRI Danarkesa Sekuritas untuk mempertahankan netral saham batubara dengan pilihan teratas, saham ADRO, ITMG, dan HRUM. Saham ADRO direkomendasikan beli dengan target harga Rp 4.500, saham ITMG direkomendasikan beli dengan target harga Rp 45.000, dan saham HRUM direkomendasikan beli dengan target harga Rp 2.700.
BRI Danareksa Skeuritas juga merekomendasikan beli saham UNTR dengan target harga Rp 45.000. Target harga tersebut didukung peningkatan volume produksi batubara melalui kontraktor perseroan.
Sumber BRI Danareksa Sekuritas

