Bos Krakatau Steel Ungkap Dampak Suntikan Dana Rp 4,93 Triliun dari Danantara
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Krakatau Steel (Persero) Tbk (KRAS) mendapatkan suntikan dana dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) senilai Rp 4,93 triliun. Pendanaan tersebut menjadi hal yang penting bagi perseroan untuk mempercepat transformasi bisnis.
Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk Muhamad Akbar Djohan mengungkapkan, transformasi bisnis tersebut menjadi penguat fundamental kinerja perusahaan yang selama ini mengalami tekanan dalam sisi keuangan.
Menurut Akbar, transformasi bisnis harus segera direalisasikan karena pendanaan dari Danantara bukanlah dana instan yang egitu saja diberikan kepada perseroan, melainkan melalui proses penilaian ketat terhadap rencana transformasi dan prospek bisnis KRAS ke depan.
“Untuk mendapatkan kepercayaan Danantara bukan perkara mudah. Kami harus meyakinkan dengan perencanaan jangka pendek, menengah, dan panjang bahwa Krakatau Steel benar-benar melakukan perbaikan fundamental,” ujar Akbar saat ditemui usai acara Best Stock Awards yang digelar Investortrust.id di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
Menurutnya, suntikan dana tersebut akan dimanfaatkan sebagai modal kerja untuk mendukung perbaikan menyeluruh, mulai dari transformasi proses bisnis, peningkatan efisiensi produksi, restrukturisasi keuangan, hingga penguatan sumber daya manusia (SDM) agar lebih adaptif dan berorientasi kinerja.
“Pendanaan ini menjadi momentum bagi kami untuk mempercepat transformasi dan memastikan perbaikan kinerja yang berkelanjutan, bukan sekadar jangka pendek,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Akbar menjelaskan, dengan restrukturisasi keuangan yang terus berjalan, Krakatau Steel menargetkan peningkatan kinerja yang lebih solid pada tahun-tahun berikutnya. Ia menyebutkan, laba yang dihasilkan tidak hanya ditujukan untuk memperkuat posisi keuangan perusahaan, tetapi juga sebagai bentuk tanggung jawab kepada negara melalui setoran dividen dan penciptaan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
"Tentu transformasi yang kita buat bukan hanya slogan, ya. Tetapi kita sudah tahu sakitnya di mana, permasalahannya apa, dan kita juga sudah tahu obatnya apa. Ya, sehingga di sini dibutuhkan satu keberanian untuk mengeksekusinya secara cepat dan juga mengurangi birokrasi," terang Akbar.
Sebelumnya diberitakan bahwa PT Krakatau Steel Tbk bakal masuk ke segmen hulu industri baja pasca suntikan pendanaan dari Danantara. Suntikan dari Danantara tersebut sejatinya merupakan bagian dari proses penyehatan perusahaan.
Baca Juga
Krakatau Steel (KRAS) Optimistis Bukukan Laba Rp 6 Triliun di 2025, Transformasi Bisnis Jadi Kunci
Dony Oskaria selaku Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sempat mengatakan bahwa pengembangan bisnis hulu dilakukan untuk membangun integrasi value chain dari sisi hulu hingga hilir. Pengembangan baja di segmen hulu ditargetkan bisa mulai dijalankan tahun ini.
Bicara kinerja, Krakatau Steel mencatat pembalikan laba sepanjang sembilan bulan 2025 dengan laba bersih sekitar US$24 juta, berbalik dari kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya. Pendapatan tumbuh sekitar 7–8% secara tahunan, sementara struktur permodalan ikut membaik seiring penurunan liabilitas dan kenaikan ekuitas.
Namun, pasar mencatat bahwa pemulihan laba tersebut masih ditopang faktor non-operasional, terutama keuntungan satu kali dari restrukturisasi utang. Margin bisnis inti baja masih relatif tipis, mencerminkan tantangan menjaga selisih harga jual dan biaya bahan baku di tengah dinamika harga baja global.
Meski demikian, dukungan Danantara dinilai memberi ruang napas yang lebih panjang. Perseroan memperkirakan peningkatan utilisasi HSM dan efisiensi pembiayaan dapat mendorong perbaikan EBITDA secara bertahap, sekaligus memperkuat fondasi menuju pemulihan operasi penuh pada 2026.

