Kinerja Hexindo Adiperkasa (HEXA) Melejit, Sektor Agribisnis Jadi Andalannya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – PT Hexindo Adiperkasa Tbk (HEXA) menunjukkan ketahanan bisnis di tengah tekanan industri alat berat dengan tetap membukukan laba dan membagikan dividen tunai dalam porsi besar kepada pemegang saham. Kondisi ini tercermin dari capaian pendapatan HEXA sepanjang 2024 sebesar US$ 522,71 juta.
Kendati demikian, berdasarkan laporan keuangan yang dilihat pada situs resmi perusahaan, angka tersebut terbilang menurun jika dibandingkan dengan capaian pendapatan bersih pada 2023 sebesar US$ 612,32 juta. Adapun pada kuartal I-2025, Hexindo berhasil membukukan pendapatan senilai US$ 123,84 juta.
Capaian pada kuartal I 2025 tersebut meningkat sebesar 34,8% karena didorong oleh penjualan alat berat, terutama ke sektor agribisnis. Sektor agribisnis menjadi kontributor terbesar penjualan dengan porsi sekitar 42%, diikuti oleh sektor konstruksi dan kehutanan.
Baca Juga
Selain itu, sebagai bentuk komitmen kepada pemegang saham, Hexindo melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 16 September 2025 menyetujui pembagian dividen tunai sebesar US$ 21,74 juta, setara dengan sekitar 70% dari laba bersih tahun buku 2025. Dividen tersebut setara dengan US$ 0,025885 per saham.
Pembagian dividen dengan rasio tinggi ini menjadi sinyal positif bagi pasar, karena menunjukkan kekuatan arus kas serta disiplin manajemen dalam pengelolaan modal, meskipun kinerja laba masih berada dalam fase penyesuaian.
Baca Juga
Hexindo Adiperkasa (HEXA) Pasok 360 Unit Ekskavator untuk Dukung Swasembada Pangan RI
Untuk kinerja perusahaan selanjutnya, Hexindo menargetkan pendapatan sekitar US$ 609,8 juta pada tahun fiskal 2025–2026, atau tumbuh sekitar 16-17% secara tahunan. Target tersebut didorong oleh rencana penjualan lebih dari 2.900 unit alat berat, yakni dengan ekspansi produk baru seperti ekskavator dan dump truck, serta penguatan pangsa pasar di sektor agribisnis.
Perseroan juga mulai mengantisipasi tren elektrifikasi dengan melakukan adaptasi pada unit-unit tertentu, sejalan dengan kebutuhan efisiensi dan keberlanjutan di sektor industri. Meski masih menghadapi tantangan berupa persaingan ketat dan tekanan marjin, strategi fokus pada segmen yang lebih adaptif, serta ekspansi produk dinilai dapat menopang perbaikan kinerja Hexindo secara bertahap pada 2025–2026.

