BEI Unsuspensi Saham BLUE dan LUCY, Penguatan Bakal Berlanjut?
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan pembukaan kembali (unsuspensi) perdagangan dua saham pada Rabu (28/1/2026). Sebagaimana diketahui dua saham tersebut sebelumnya terkena suspense akibat lompatan harga.
Kedua saham tersebut terdiri atas PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) dan PT Lima Dua Lima Tiga Tbk (LUCY). Adapun saham LUCY hanya bisa ditransaksikan di papan pemantauan khusus (PPK) dengan mekanisme perdagangan full call auction (FCA).
Baca Juga
BCA (BBCA) Jadi Bank Paling Defensif, Analis Soroti Prospek Kuat di 2026
Sebelumnya, saham BLUE terkena suspense kemarin dipicu atas kenaikan harga pesat. Data BEI menyebutkan bahwa saham BLUE telah melambung lebih dari 114% menjadi Rp 6.175 dalam sebulan terakhir. Sedangkan kenaikan harga telah mencapai 1.782% selama setahun terakhir.
Begitu juga dengan saham LUCY telah melambung lebih dari 228% menjadi Rp 835 dalam sebulan terakhir atau sebelum disuspensi 8 Januari 2026. Bahkan, saham ini telah melambung lebih dari 513% dalam tiga bulan terakhir.
Terkait prediksi IHSG hari ini, BRI Danareksa Sekuritas dalam riset pagi ini menyebutkan bahwa IHSG diprediksi menguat terbatas dengan cenderung wait and see menantikan keputusan suku bunga The Fed yang diproyeksikan tetap berada pada kisaran 3,5–3,75%.
Baca Juga
Geopolitik Panas, Emas Makin Kinclong Menyentuh Puncak Sejarah
Pergerakan indeks juga akan terpengaruh laju bursa saham dunia, seperti Dow Jones yan melemah 0,83%. Berbanding terbalik dengan indeks S&P500 ditutup menguat 0,41% dan Nasdaq melesat 0,91%.
Di tengah peluang pergerakan tersebut, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan beli saham TEBE dengan target harga Rp 2.490-2.710, HMSP dengan target harga Rp 840-860, dan VKTR dengan target harga Rp 1.340-1.405.

