OCBC Sekuritas Raih Mandat Underwriter IPO Saham 4 Emiten di 2026, Sektor Logistik hingga Teknologi
JAKARTA, investortrust.id – OCBC Sekuritas Indonesia menargetkan menjadi penjamin pelaksana emisi atau underwriter penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) sebanyak empat perusahaan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sepanjang 2026. Seluruhnya berasal dari kelompok perusahaan menengah dengan aset di atas Rp 250 miliar.
Direktur Utama OCBC Sekuritas Indonesia Betty Goenawan menyampaikan bahwa mandat IPO tersebut akan direalisasikan secara bertahap. “Kita baru mendapatkan mandat yang baru lagi, jadi akan ada empat (perusahaan) tahun 2026,” ujarnya di Gedung BEI, Jakarta, Senin (26/1/2026).
Baca Juga
Gubernur DKI Pramono Optimistis IPO Saham Bank Jakarta Tahun 2027
Pada kuartal I-2026, OCBC Sekuritas menargetkan satu perusahaan melantai di bursa, disusul dua perusahaan pada kuartal II-2026. Sementara satu perusahaan lainnya direncanakan IPO pada kuartal III atau IV-2026.
Betty menegaskan bahwa calon emiten yang dibawa OCBC Sekuritas kategori medium cap. “Ini bukan yang big ya, jadi ini di medium cap, tapi tetap semuanya itu di atas Rp 250 miliar,” katanya.
Dari sisi sektor, kandidat IPO kuartal I-2026 diperkirakan berasal dari sektor logistik dan direncanakan melantai pada Maret 2026. Sementara calon emiten pada kuartal II hingga III 2026 berasal dari sektor teknologi berbasis integrated system dan sektor fast moving consumer goods (FMCG) atau consumer product.
Baca Juga
Makmur Resmi Luncurkan Fitur Investasi Saham, Gandeng OCBC Sekuritas
Berdasarkan data BEI per 15 Januari 2026, terdapat tujuh perusahaan dalam pipeline IPO. Dari jumlah tersebut, satu perusahaan beraset kecil (di bawah Rp 50 miliar), satu perusahaan beraset menengah (Rp 50-250 miliar), dan lima perusahaan beraset besar (di atas Rp 250 miliar).
Adapun rincian sektor pipeline terdiri atas satu perusahaan material dasar, satu energi, dua keuangan, satu industri, satu teknologi, serta satu transportasi dan logistik.

