ASRI Andalkan Inovasi Produk dan Kawasan Terintegrasi demi Raih ‘Recurring Income’
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) tahun ini fokus pada strategi inovasi produk dan pengembangan kawasan terintegrasi untuk mencetak pendapatan berulang (recurring income). Melalui strategi tersebut, perseroan optimistis mampu menjaga pertumbuhan penjualan di tengah kondisi pasar yang menantang.
“Kami yakin mampu menjaga pertumbuhan penjualan dengan terus menghadirkan produk inovatif dan pengembangan kawasan yang terintegrasi, sekaligus memperkuat hubungan dan kepercayaan para pemangku kepentingan,” ujar Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk, Lilia Setiprawarti Sukotjo dalam keterangan resmi, baru-baru ini.
Lilia menegaskan, dengan portofolio yang mencakup residensial, komersial, hingga kawasan industri, ASRI terus memperkuat posisinya di tengah dinamika pasar properti nasional.
Berdasarkan laporan keuangan publikasi perseroan, ASRI membukukan pendapatan Rp 1,6 triliun hingga kuartal III-2025, turun 36% dibanding Rp 2,5 triliun pada periode sama tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih terpangkas 37% dari Rp 12,6 miliar menjadi Rp 7,9 miliar.
Baca Juga
Reliance Sekuritas Rekomendasi Beli 4 Saham Hari Ini, Ada TPIA hingga ASRI
Sampai kuartal III-2025, emiten yang dinakhodai Joseph Sanusi Tjong ini memiliki return on asset (ROA) 0,04%, return on equity (ROE) 0,07%, dengan price to book value (PBV) 0,30 kali.
Sepanjang semester I-2025, pengembang yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak 18 Desember 2007 ini meluncurkan empat proyek baru, yakni Cluster Caksana, Cluster Virtu, dan Ruko Sigma Terrace di Suvarna Sutera, serta Cluster Vola di kawasan Alam Sutera.
Penopang Stabilitas Kinerja
Dari sisi penjualan, ASRI mencatatkan pra-penjualan (marketing sales) pada periode tersebut sebesar Rp 1,4 triliun atau 40% dari target 2025. Kontributor utama penjualan berasal dari Sutera Rasuna Rp 437 miliar, kavling komersial dan ruko Rp 384 miliar, The Gramercy Rp 164 miliar, Sutera Nexen Rp 98 miliar, serta sisanya dari penjualan stok.
Menurut Lilia Setiprawarti, recurring income menjadi penopang stabilitas kinerja ASRI dengan kontribusi 40% dari total pendapatan atau senilai Rp 452 miliar. Pendapatan berulang perseroan bersumber dari sewa properti komersial, pengelolaan kawasan, dan fasilitas pendukung lain.
Lilia menjelaskan, pada 2025 hingga awal 2026, ASRI fokus pada strategi "Genjot Proyek" dengan meluncurkan klaster-klaster baru dan mempercepat pengembangan kawasan Alam Sutera 2 (Sutera Rasuna).
“Kami juga aktif memanfaatkan kebijakan insentif pemerintah seperti PPN DTP (Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah) untuk mendorong penjualan stok unit,” tutur dia.
Berdasarkan data perdagangan di BEI, harga saham ASRI menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi namun dengan tren pemulihan. Dalam setahun terakhir, saham ini bergerak padarentang Rp 96 hingga Rp 204. Per Januari 2026, saham ASRI diperdagangkan di kisaran Rp 170 - Rp 180.
Baca Juga
Vola Siap Terbang! Klaster Baru Alam Sutera (ASRI) Jadi Incaran Milenial
Konsensus analis yang dirangkum InvestingPro menyebutkan, saham ASRI memiliki peringkat strong buy. Target harga rata-rata 12 bulan ke depan dipatok pada angka Rp 196, dengan estimasi tertinggi mencapai Rp 221. Pada perdagangan di BEI, Jumat (23/1/2026), saham ASRI ditutup melemah 3,3% ke level Rp 176.
Profil Usaha dan Pemilik Saham
Didirikan pada 1993 oleh keluarga Harjanto Tirtohadiguno, ASRI telah bertransformasi dari pengembang perumahan menjadi pengembang mixed-use yang komprehensif. Proyek besarnya adalah Alam Sutera, sebuah kota mandiri di Serpong, Tangerang, yang terdiri atas kompleks perumahan, apartemen, pusat perbelanjaan, dan fasilitas pendukung lainnya.
Proyek lain di antaranya Taman Budaya Garuda Wisnu Kencana di Bali. Anak perusahaan ASRI antara lain PT Delta Mega Persada, PT Duta Prakarsa Development, PT Nusa Cipta Pratama, PT Garuda Adhimatra Indonesia, PT Tangerang Matra Real Estate, Alam Sutera International Pte Ltd, dan Alam Synergy Pte Ltd.
Berdasarkan data kepemilikan terbaru per awal 2026, pemilik saham ASRI saat ini yaitu PT Tangerang Fajar Industrial dengan kepemilikan 25,72%, PT Manunggal Prime Development (23,39%), dan PT Argo Manunggal Land Development (0,66%). Pemegang saham lainnya yaitu Maybank Sekuritas Indonesia (6,29%) dan masyarakat (43,93%).

