BUMI dan PANI Berpeluang Masuk MSCI, Dana Asing Diproyeksikan Tembus US$ 300 Juta
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Sejumlah saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) diperkirakan akan mengalami perubahan dalam indeks MSCI Indonesia. Berdasarkan proyeksi, pengumuman resmi akan dilakukan pada 10 Februari 2026, sementara penyesuaian atau rebalancing berlaku mulai 1 Maret 2026.
Dalam riset Samuel Sekuritas Indonesia, MSCI membagi saham ke dalam dua kelompok, yaitu potential inclusions (berpotensi masuk) dan potential exclusions (berpotensi keluar), baik untuk indeks MSCI Indonesia Global Standard maupun MSCI Indonesia Small Cap.
Untuk indeks MSCI Indonesia Global Standard, dua emiten yang berpotensi masuk adalah PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI).
“BUMI tercatat memiliki kapitalisasi pasar US$ 10.339 juta dengan free float 28,3% dan nilai penyesuaian free float sebesar US$ 2.924 juta. Potensi arus dana asing (foreign inflow potential) diperkirakan berada di kisaran US$ 180–300 juta,” tulis riset tersebut dikutip Minggu, (11/1/2026).
Sementara itu, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) memiliki kapitalisasi pasar US$ 13.345 juta, free float 15,9%, dan nilai penyesuaian free float US$ 2.124 juta. Potensi foreign inflow PANI pun diproyeksikan mencapai US$ 180–300 juta.
Baca Juga
Rebalancing MSCI Februari 2026, BUMI dan PTRO Dinilai Berpeluang Masuk Indeks
Untuk kategori MSCI Indonesia Small Cap, terdapat sembilan saham yang masuk daftar potential inclusions, yakni, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) dengan kapitalisasi pasar US$ 1.990 juta dan free float 56,9%, PT Indosat Tbk (ISAT) dengan kapitalisasi pasar US$ 4.180 juta dan free float 16,4%, PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) dengan kapitalisasi pasar US$ 4.428 juta dan free float 15,0%.
Nama lainnya adalah PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) dengan kapitalisasi pasar US$ 3.512 juta dan free float 15,0%, PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) dengan kapitalisasi pasar US$ 638 juta dan free float 75,5%, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) dengan kapitalisasi pasar US$ 2.341 juta dan free float 19,7%, PT Timah Tbk (TINS) dengan kapitalisasi pasar US$ 1.493 juta dan free float 30,1%, PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) dengan kapitalisasi pasar US$ 474 juta dan free float 65,8%, PT Surya Semesta Internusa Tbk (SSIA) dengan kapitalisasi pasar US$ 517 juta dan free float 58,5%.
“Seluruh saham dalam kelompok Small Cap tersebut diperkirakan memiliki potensi arus dana asing di kisaran US$18–30 juta,” ulas riset tersebut.
Di sisi lain, Samuel Sekuritas memaparkan dari kelompok potential exclusions, saham yang berpotensi keluar dari MSCI Indonesia Global Standard adalah PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF). Emiten ini memiliki kapitalisasi pasar US$ 3.688 juta, free float 49,9%, dan potensi arus keluar dana asing di kisaran US$ 180–300 juta.
Sementara itu, dari indeks MSCI Indonesia Small Cap, saham yang berpotensi keluar adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI), PT Ace Hardware Indonesia Tbk (ACES), dan PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO). “Keempat saham tersebut masing-masing diperkirakan berpotensi mengalami arus keluar dana asing di kisaran US$ 18–30 juta,” bebernya.

