BEI Suspensi 5 Saham, Ada RLCO hingga BNBR
JAKARTA, investortrust.id – Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara (suspense) perdagangan lima saham mulai sesi I, Selasa (16/12/2025) dipicu atas lomptan harga dalam beberapa hari terakhir.
Lima saham terdiri atas saham PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO), PT Surya Permata Andalan Tbk (NATO), PT Capitol Nusantara Indonesia Tbk (CANI), PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR), dan PT Metro Healthcare Indonesia Tbk (CARE).
Saham RLCO, emiten pendatang baru yang listing di BEI pada 8 Desember 2025, telah mencatatkan kenaikan harga pesat dari level Rp 168 menjadi Rp 620. Saham ini berhasil catatkan kenaikan auto reject atas (ARA) sejak listing perdana hingga kemarin.
Baca Juga
Lompatan pesat juga dicatatkan saham CANI dengan kenaikan lebih dari 157% menjadi Rp 116 dalam sebulan terakhir. Saham NATO telah melambung lebih dari 75% menjadi Rp 244 dalam sebulan terakhir.
Kenaikan harga pesat juga dicatatkan saham BNBR dengan penguatan lebih dari 146% menjadi Rp 96 dalam sebulan terakhir. Terakhir saham CARE telah menguat lebih dari 127% menjadi Rp 525 dalam sebulan terakhir.
Sebaliknya, BEI kembali membuka kembali (unsuspensi) perdagangan saham tiga emiten mulai sesi I, Selasa (16/12/2025). Ketiga saham itu adalah saham PT MD Entertainment Tbk (FILM), PT Red Planet Indonesia Tbk (PSKT), serta PT Citatah Tbk (CTTH). Saham FILM dan PSKT hanya bisa ditransaksikan di PPK dengan mekanisme full call auction (FCA). Adapun CTTH bisa ditransaksikan normal.
Baca Juga
IHSG Diprediksi Bergerak Mixed, Pantau Saham BMRI hingga EMAS
Berdasarkan data BEI, saham PSKT telah melambung lebih dari 162% menjadi Rp 360 dalam sebulan terakhir atau sebelum terkena suspense panjang sejak 4 Desember. Dengan terkena suspense berhari-hari, saham PSKT ditransaksikan di PPK.
Begitu juga dengan saham FILM sebelum terkena suspense dipicu atas lompatan harga berhari-hari. Data BEI menyebutkan bahwa saham FILM telah melesat 93% menjadi Rp 11.000 sebelum disuspensi sejak 8 Desember 2025. Dipicu terkena suspense lebih dari satu hari bursa, saham FILM hanya bisa ditransaksikan di PPK.
Adapun saham CTTH telah melesat lebih dari 150,57% menjadi Rp 218 dalam sebulan terakhir atau sebelum terkena suspense pertama kemarin. Saham ini telah mengalami kenaikan pesat lebih dari 738% sepanjang year to date (ytd).
Grafik Saham

