IHSG Berpotensi Cetak Rekor Baru jelang Keputusan The Fed, Intip Saham Pilihan Kamis Ini
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) diproyeksikan bergerak dalam rentang 8.720–8.745 pada perdagangan Kamis (11/12/2025), seiring optimisme pelaku pasar terhadap kebijakan pemangkasan suku bunga The Federal Reserve.
Analis Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana mengatakan, IHSG masih berada dalam fase konsolidasi menguat setelah reli panjang. Indeks juga bergerak di atas area support penting 8.650–8.690, yang menjadi penentu keberlanjutan tren jangka pendek.
Baca Juga
Perkuat Infrastruktur Logistik Industri, Chandra (CDIA) Tambah Armada Kapal Ini
“Selama level tersebut bisa dipertahankan, peluang penguatan lanjutan masih terbuka menuju resistance terdekat di area 8.720–8.745,” ujar Hendra kepada investortrust.id, Rabu (10/12/2025).
Apabila IHSG menembus level resistance tersebut dengan dukungan volume kuat, dia menambahkan, peluang breakout semakin besar. Meski demikian, volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi seiring pelaku pasar mencermati arah kebijakan moneter global dan proyeksi ekonomi Amerika Serikat.
Pada perdagangan Rabu (10/12/2025), IHSG ditutup menguat 0,51% ke level 8.700,92, mencerminkan upaya pemulihan di tengah sikap wait and see menjelang keputusan suku bunga The Fed. Penguatan indeks terjadi meski investor asing mencatat net sell sekitar Rp 126 miliar, sehingga kenaikan lebih banyak didorong aksi beli selektif.
Baca Juga
Meski Net Sell Melanda, Saham BUMI justru Diborong Asing Rp 539,67 Miliar
“Ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin menjadi sentimen utama yang menopang risk appetite. Dari domestik, stabilnya nilai tukar rupiah di sekitar Rp 16.680 per dolar AS serta penurunan tipis JISDOR turut memberi rasa aman bagi pelaku pasar,” kata Hendra.
Ia menambahkan bahwa fokus investor kini tertuju pada arah kebijakan lanjutan The Fed, yang akan memengaruhi arus dana global ke emerging markets. Dalam kondisi tersebut, rotasi sektor dan pergerakan saham berkapitalisasi besar diperkirakan menjadi penggerak utama IHSG.
Dalam jangka pendek, Hendra menilai, beberapa saham menarik untuk dicermati. BRPT direkomendasikan buy dengan target Rp 4.070, SCMA trading buy dengan target Rp 450, sementara BBYB dan BULL dapat dimanfaatkan untuk strategi trading jangka pendek dengan target masing-masing Rp 494 dan Rp 348.

