Yield Obligasi RI Turun Signifikan, Mandiri Sekuritas: Penurunan Diprediksi Berlanjut
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Mandiri Sekuritas mengungkap bahwa pasar obligasi Indonesia menunjukkan ketahanan yang kuat, meskipun ketidakpastian global masih tinggi. Hal ini ditunjukkan tren penurunan imbal hasil (yield) instrumen ini dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan ini diprediksi terus berlanjut sampai akhir tahun.
Head of Fixed Income Research Mandiri Sekuritas Handy Yunianto atau yang diakrab disapa Anto mengatakan, pasar surat utang domestik tetap solid di tengah isu tarif global hingga belum turunnya The Fed. “Yield obligasi mengalami penurunan hampir 10% dalam beberapa pekan ini. Penurunan ini merupakan hal positif di tengah kondisi uncertainty yang sangat tinggi,” jelas Anto dalam acara Economic Outlook Q3 2025 yang digelar secara daring Kamis, (28/8/2025).
Baca Juga
Mandiri Sekuritas Buka Peluang Revisi Naik Target IHSG Tahun Ini Usai Cetak ARA
Penurunan yield obligasi Indonesia tergolong signifikan, seperti obligasi tenor lima tahun turun dari hampir 7% pada akhir Desember menjadi sekitar 5,68%. Begitu juga dengan surat utang tenor 10 tahun menyusut lebih dari 80 basis poin. Hal ini memberi keuntungan capital gain yang besar bagi investor.
Lebih lanjut, Anto membeberkan, ada dua faktor utama yang mendukung tren positif ini. Dari sisi global, pelemahan dolar AS dan penurunan yield obligasi pemerintah Amerika Serikat (yield US Treasury) membuat investor asing mencari instrumen di luar dolar.
“Kita bisa rasakan bagaimana emas mengalami kenaikan luar biasa dan ada inflows asing masif di surat utang sejak tahun lalu hingga tahun ini,” terangnya.
Baca Juga
Yield Obligasi AS Turun Tajam setelah Pernyataan Powell di Jackson Hole
Perbaikan instrument obligasi juga dilihat dari sisi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang memangkas suku bunga serta mengurangi outstanding SRBI yang berimbas terhadap peningkatan likuiditas dan permintaan obligasi. Kondisi ini diprediksi berlanjut, apalagi tren bank central dunia tengah gencar menahan atau menurunkan suku bunga.
“Kalau kita lihat dua bulan terakhir, tidak ada satu bank sentral dunia yang menaikkan suku bunga,” ujarnya.
Dengan demikian, Anto menekankan, membuka peluang penurunan yield berlanjut sekaligus meningkatkan minat investor asing maupun domestik terhadap obligasi Indonesia.
Yield Obligasi 10 Tahun

