El Salvador Siapkan “Bank Bitcoin” Pertama di Dunia, Kapan Beroperasi?
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah El Salvador berencana mendirikan “Bank Bitcoin” pertama di dunia, sebuah lembaga keuangan yang sepenuhnya didedikasikan untuk layanan berbasis Bitcoin (BTC). Rencana ini dikonfirmasi oleh Kantor Bitcoin El Salvador, dengan target mulai beroperasi di 2025.
Bank ini memungkinkan warga menyimpan dolar Amerika Serikat (AS) dan Bitcoin dalam satu rekening, menukar keduanya secara instan, serta mengirim uang ke luar negeri tanpa biaya remitansi tinggi.
Bagi pelaku usaha, fasilitas ini memungkinkan menerima pembayaran Bitcoin dari turis dan langsung mengonversinya ke dolar, mengurangi risiko fluktuasi harga. Petani dan pedagang kecil juga dapat mengakses pinjaman mikro yang dijamin dengan tabungan Bitcoin mereka.
Baca Juga
Pertama di Dunia, El Salvador Akan Dirikan Bank Bitcoin Modal Awalnya Rp 812,5 Miliar
Bagi pemerintah, keberadaan bank ini diharapkan menarik minat investor asing, mendorong proyek infrastruktur berbasis Bitcoin, dan memperkuat citra El Salvador sebagai negara ramah kripto. “Bitcoin terus bergerak tak terbendung di El Salvador,” ujar Penasihat Senior Bitcoin Presiden Nayib Bukele Max Keiser, dilansir dari CryptoNewsFlash, Selasa (12/8/2025).
“Bitcoin mengungguli US$ 400 triliun nilai simpanan dunia, sekaligus membuat bank sentral dan lembaga keuangan kuno menjadi usang,” sambungnya.
Keiser telah menjadi bagian dari perjalanan Bitcoin El Salvador sejak awal. Ia hadir ketika Bukele mengumumkan rencana menjadikan Bitcoin sebagai alat pembayaran sah pada konferensi Bitcoin 2021 di Miami, serta saat pemerintah membeli 200 BTC pertama sebelum aturan mulai berlaku.
Baca Juga
Meski penuh potensi, rencana ini tak lepas dari tantangan, seperti volatilitas harga, ancaman peretasan, dan tekanan dari lembaga internasional. Pada Desember 2024, El Salvador menandatangani kesepakatan pinjaman US$ 1,4 miliar dengan International Monetary Fund(IMF), yang salah satu syaratnya adalah membatasi kebijakan Bitcoin, termasuk penghentian program pembelian “1 BTC per hari” paling lambat Juli 2025.
Namun, Presiden Bukele tetap melanjutkan strategi tersebut. Bahkan, pada Februari–Maret 2025, El Salvador mempercepat pembelian hingga 40 BTC dalam 30 hari. Total kepemilikan Bitcoin negara ini kini mencapai 6.255 BTC atau setara sekitar US$ 720,9 juta.
Secara global, kepemilikan Bitcoin terbesar dikabarkan berada di Uni Emirat Arab dengan 420.000 BTC, diikuti Amerika Serikat (198.012 BTC) dan China (190.000 BTC). Harga Bitcoin saat ini berada di kisaran US$ 116.000 per BTC, dengan kapitalisasi pasar US$ 2,32 triliun.
Meski kepemilikan El Salvador relatif kecil dibanding raksasa global, langkah negara ini dinilai simbolis dalam mendorong adopsi kripto di level nasional.

