Meski Disuspensi Dua Hari, CDIA Tetap Menduduki Top Gainer Sepekan, Saham Sinarmas Ini Ikut Melesat
JAKARTA, investortrust.id – Sebanyak 10 saham berhasil mencatatkan penguatan signifikan berkisar 33,94-60,53% sepanjang pekan ini. Penguatan tersebut sejalan dengan lompatan indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sebanyak 231,58 poin (3,17%) menjadi 7.543,50 selama pekan ini.
Berdasarkan data, penguatan tertinggi dicatatkan saham PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) melesat sebanyak 70% dari Rp 975 menjadi Rp 1.665. Saham perusahaan yang dikendalikan Prajogo Pangestu ini pertahankan penguatan pesat hingga auto reject atas (ARA), meskipun dua hari perdagangan pekan ini dikenakan suspense saham dan diperdagangan di papan pemantauan khusus (PPK) mulai akhir pekan lalu.
Baca Juga
Lompatan harga mengesankan juga dicadtatkan saham PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) dengan kenaikan 60,53% dari Rp 570 menjadi Rp 915 dan PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) melesat 54,65% dari Rp 86 menjadi Rp 133. Kenaikan selanjutnya melanda saham MINA sebanyak 48,24% menjadi Rp 126, AMAR naik 45,91% menjadi Rp 232.
Penguatan signifikan juga dicatatkan saham emiten Sinarmas, SMMA, sebanyak 43,90% menjadi Rp 22.700. SMMA tercatat berhasil torehkan penguatan hingga ARA dalam dua hari pekan ini. Selanjutnya COCO naik 43,33% menjadi Rp 180, DCII menguat 41,52% menjadi Rp 346.725, ARGO naik 37,72% menjadi Rp 1.935, ARTA naik 36,65% menjadi Rp 3.840, dan IMPC menguat 33,94% menjadi Rp 442.
Sedangkan penguatan indeks pekan ini didukung kenaikan sejumlah saham big cap berikut, yaitu saham DCII melesat 41,52% menjadi Rp 346.725, SMMA naik 43,9% menjadi Rp 22.700, CDIA menguat 70,7% menjadi Rp 1.665, BRPT naik 9,73% menjadi Rp 2.480, dan ASII naik 5,26% menjadi Rp 5.000.
Baca Juga
Perang Thailand–Kamboja: Jejak Sengketa Era Kolonial, dan Krisis Regional 2025
Adapun saham pemberat indeks pekan ini datang dari saham BREN turun 4,38% menjadi Rp 7.650, CUAN melemah 7,55% menjadi Rp 1530, BMRI terkoreksi 1,05% menjadi Rp 4.690, TPIA melemah 1,86% menjadi Rp 9.225, dan MBMA sebanyak 9,09% menjadi Rp 500.
Sedangkan kenaikan indeks dari sisi sectoral ditopang penguatan sektor teknologi sebanyak 14,41%, sektor infrastruktur sebanyak 7,20%, dan sektor industry 6,20%. Sebaliaknya penurunan hanya melanda saham sektor energi 0,45% dan sektor transportasi sebanyak 0,02%.

